Saham Hong Kong ditutup menguat pada hari pertama perdagangan 2021

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Hong Kong mengikuti kenaikan di pasar Asia lainnya, ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, memulai tahun baru dengan catatan positif, meskipun kenaikan tersebut dibatasi oleh ketegangan China dengan Amerika Serikat.

Indeks Hang Seng (HSI) menguat 0,9 persen atau 241,68 poin menjadi berakhir di 27.472,81 poin, merupakan level penutupan tertinggi sejak 20 Februari 2020, sedangkan Indeks China Enterprises turun 0,1 persen menjadi 10.722,99 poin.

Baca juga: Saham China memulai perdagangan 2021 dengan catatan positif

Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara posisi terendah 27.079,24 poin hingga tertinggi 27.502,83 poin, dengan nilai transaksi mencapai 182,64 miliar dolar Hong Kong (sekitar 23,57 miliar dolar AS).

Uang akan mengalir kembali ke saham-saham tradisional, berkat ekspektasi pemulihan ekonomi global dengan kemajuan vaksin, sementara perusahaan-perusahaan konsumen diharapkan mendapat manfaat dari tindakan lanjutan China untuk merangsang konsumsi negara, KGI Securities mencatat dalam sebuah laporan, dikutip dari Reuters.

Aktivitas di sektor pabrik China naik pada Desember karena ekonomi mempertahankan pemulihannya ke tingkat prapandemi, sebuah survei bisnis menunjukkan pada Senin.

Namun, pembatasan keuntungan adalah penentangan kuat China terhadap langkah-langkah pemerintah AS untuk mempolitisasi masalah perdagangan setelah Bursa Efek New York mulai menghapus tiga perusahaan telekomunikasi China yang menurut Washington memiliki hubungan militer.

Tiga perusahaan telekomunikasi terbesar China melihat saham mereka turun sebanyak lima persen di Hong Kong pada Senin, sesi perdagangan pertama sejak New York Stock Exchange (NYSE) mengatakan akan menghapus perusahaan-perusahaan tersebut.

Baca juga: Saham Korsel berakhir naik tajam, indeks KOSPI melambung 2,47 persen
Baca juga: Saham Tokyo ditutup lebih rendah di hari pertama perdagangan 2021