Saham Hong Kong setop untung 6 hari, indeks HSI terpangkas 0,52 persen

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, menyusul aksi ambil untung dari kenaikan enam hari berturut-turut, setelah Bursa Efek New York (NYSE) mengubah rencananya kembali akan menghapus pencatat perusahaan telekomunikasi China.

Pada penutupan perdagangan, indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) merosot 0,52 persen atau 143,78 poin, menjadi menetap di 27.548,52 poin. Sementara itu, Indeks Hang Seng China Enterprises berkurang 0,95 persen menjadi menetap di 10.796,73 poin.

Dikutip dari Reuters, Indeks Hang Seng diperdagangkan berkisar antara posisi terendah 27.457,47 poin hingga tertinggi 27.752,36 poin, dengan nilai transaksi mencapai 227,82 miliar dolar Hong Kong (sekitar 29,40 miliar dolar AS).

Indeks Hang Seng bertambah 0,15 persen atau 42,44 poin menjadi menetap di 27.692,3 poin pada akhir perdagangan Rabu (6/1/2021), dengan nilai transaksi mencapai 218,12 miliar dolar Hong Kong (sekitar 28,14 miliar dolar AS).

Baca juga: Saham Hong Kong dibuka menguat, Indeks HSI terkerek 0,09 persen

Bursa Efek New York mengatakan pada Rabu (6/1/2021) akan menghapus tiga perusahaan telekomunikasi China, mengonfirmasikan perubahan terbaru tentang masalah tersebut.

Pengumuman bursa Amerika datang sehari setelah Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan kepada kepala NYSE bahwa dia tidak setuju dengan keputusan sebelumnya untuk membatalkan pencabutan.

Saham Hong Kong China Unicom memimpin kerugian di antara tiga saham telekomunikasi, anjlok 11,35 persen pada penutupan pasar, penurunan terbesar di Hang Seng hari ini. China Mobile merosot 7,18 persen dan China Telecom Corp jatuh 9,38 persen pada penutupan pasar.

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk menambahkan raksasa teknologi Alibaba dan Tencent ke daftar hitam perusahaan yang diduga dimiliki atau dikendalikan oleh militer China, kata dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Baca juga: Saham China ditutup lebih tinggi untuk hari keenam beruntun
Baca juga: Saham Tokyo ditutup menguat tajam didukung ekspektasi stimulus AS