Saham Inggris berakhir jatuh dengan indeks FTSE 100 anjlok 2,29 persen

Ahmad Wijaya

Saham-saham Inggris turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (29/5/2020), akibat aksi ambil untung setelah mencatat reli selama tiga hari dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London anjlok 2,29 persen atau 142,19 poin, menjadi menetap di 6.076,60 poin.

Indeks FTSE 100 bertambah 1,21 persen atau 74,54 poin menjadi 6.218,79 poin pada Kamis (28/5/2020), setelah menguat 1,26 persen atau 76,49 poin menjadi 6.144,25 poin pada Rabu (27/5/2020), dan terangkat 1,24 persen atau 74,48 poin menjadi 6.067,76 poin pada Selasa (26/5/2020).

Rolls-Royce Holdings, sebuah perusahaan rekayasa teknologi multinasional berbasis di Inggris, adalah pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 14,86 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan operator kapal pesiar Inggris-Amerika Carnival yang jatuh 10,68 persen, serta perusahaan yang berspesialisasi dalam membeli dan meningkatkan bisnis berkinerja buruk Melrose Industries turun 8,50 persen.

Sementara itu, Ocado Group, perusahaan operator supermarket daring terbesar di Inggris melonjak 4,23 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan pengembang dan investasi properti terbesar di Inggris British Land yang meningkat 2,54 persen, serta perusahaan penjualan otomotif baru dan bekas Auto Trader Group menguat 2,16 persen.

Baca juga: Saham Inggris menguat dengan indeks FTSE 100 naik 1,21 persen
Baca juga: Saham Inggris berakhir menguat dengan indeks FTSE 100 naik 1,26 persen