Saham Inggris berakhir naik, Indeks FTSE 100 terkerek 0,09 persen

Saham-saham Inggris berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis waktu setempat (21/7/2022), berbalik menguat dari penurunan sehari sebelumnya, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terkerek 0,09 persen atau 6,20 poin, menjadi menetap di 7.270,51 poin.

Indeks FTSE 100 tergerus 0,44 persen atau 31,97 poin menjadi 7.264,31 poin pada Rabu (20/7/2022), setelah bertambah 1,01 persen atau 73,04 poin menjadi 7.296,28 poin pada Selasa (19/7/2022), dan menguat 0,90 persen atau 64,23 poin menjadi 7.223,24 poin pada Senin (18/7/2022).

3i Group PLC, sebuah perusahaan ekuitas swasta dan modal ventura multinasional Inggris yang berbasis di London melonjak 4,18 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Baca juga: Saham Inggris berakhir negatif, indeks FTSE 100 tergerus 0,44 persen

Diikuti oleh saham perusahaan penyedia konsultasi, layanan dan produk untuk kontrol dan pengelolaan uap dan cairan industri yang efisien Spirax-Sarco Engineering PLC meningkat 3,99 persen, serta perusahaan investasi ekuitas untuk penyediaan modal Intermediate Capital Group PLC bertambah 3,92 persen.

Sementara itu Polymetal International PLC, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,89 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia Evraz PLC yang terpuruk 12,59 persen, serta perusahaan industri farmasi internasional yang berfokus pada pasar veteriner Dechra Pharmaceuticals PLC jatuh 3,00 persen.

Baca juga: Saham Jerman kembali jatuh, Indeks DAX 40 terpangkas 0,27 persen
Baca juga: Saham Prancis bangkit, Indeks CAC 40 terangkat 0,27 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel