Saham Inggris berbalik menguat, Indeks FTSE 100 bangkit 0,33 persen

Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis waktu setempat (8/9/2022), berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bangkit 0,33 persen atau 24,23 poin menjadi menetap di 7.262,06 poin.

Indeks FTSE 100 jatuh 0,86 persen atau 62,61 poin menjadi 7.237,83 poin pada Rabu (7/9/2022), setelah bertambah 0,18 persen atau 13,01 poin menjadi 7.300,44 poin pada Selasa (6/9/2022), dan menguat 0,09 persen atau 6,24 poin menjadi 7.287,43 poin pada Senin (5/9/2022).

Baca juga: Saham Jerman setop kenaikan, Indeks DAX 40 tergelincir 0,09 persen

Antofagasta PLC, perusahaan pertambangan yang memiliki dan mengoperasikan tambang tembaga di Chile dan melakukan kegiatan eksplorasi di Chile dan Peru terdongkrak 4,16 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan, produksi, dan pengolahan bijih besi, batu bara metalurgi, dan tembaga BHP Group Limited terangkat 2,90 persen, serta perusahaan kendaraan hedge fund tertutup Pershing Square Holdings Ltd juga menguat 2,90 persen.

Baca juga: Saham Peancis finis di zona hijau, Indeks CAC 40 naik 0,33 persen

Sementara itu, Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.

Disusul oleh perusahaan manufaktur Inggris yang mengkhususkan diri dalam membeli, berinvestasi, dan melepaskan perusahaan teknologi Melrose Industries PLC anjlok 9,34 persen, serta perusahaan industri pengolahan dan ritel makanan multinasional Inggris Associated British Foods PLC terpuruk 7,56 persen.

Baca juga: IHSG ditutup naik, ditopang penguatan Indeks Keyakinan Konsumen
Baca juga: Saham China ditutup berbalik turun, Indeks Shanghai jatuh 0,33 persen