Saham Inggris ditutup melemah, indeks FTSE 100 terpangkas 0,53 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (7/9), berbalik melemah dari keuntungan sehari sebelumnya dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 0,53 persen atau 37,81 poin, menjadi menetap di 7.149,37 poin.

Indeks FTSE 100 menguat 0,68 persen atau 48,83 poin menjadi 7.187,18 poin pada Senin (6/9), setelah merosot 0,36 persen atau 25,55 poin menjadi 7.138,35 poin pada Jumat (3/9), dan meningkat 0,20 persen atau 14,06 poin menjadi 7.163,90 poin pada Kamis (2/9).

Berkeley Group Holdings, perusahaan pengembang properti Inggris, merupakan emiten berkinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya terpuruk 2,96 persen.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan jaringan supermarket daring Ocado Group yang merosot 2,58 persen, serta perusahaan teknik multinasional Skotlandia Weir Group jatuh 2,46 persen.

Sementara itu, Ds Smith, perusahaan pengemasan internasional yang berbasis di Inggris, melonjak 2,80 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan jaringan perhotelan dan restoran multinasional Inggris Whitbread yang meningkat 2,39 persen, serta kelompok perusahaan manufaktur barang konsumsi multinasional Inggris Reckitt Benckiser Group menguat 2,17 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel