Saham Inggris ditutup negatif, indeks FTSE 100 tergelincir 2,34 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham di bursa Inggris kembali ditutup di wilayah negatif pada perdagangan Senin (19/7/2021), memperpanjang penurunan untuk hari kelima berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergelincir 2,34 persen atau 163,70 poin, menjadi menetap di 6.844,39 poin.

Indeks FTSE 100 menyusut 0,06 persen atau 3,93 poin menjadi 7.008,09 poin pada Jumat (16/7/2021), setelah merosot 1,12 persen atau 79,17 poin menjadi 7.012,02 poin pada Kamis (15/7/2021), serta terkikis dua hari sebelumnya masing-masing 0,47 persen dan 0,01 persen.

Dari 100 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks FTSE 100, hanya empat saham yang berhasil mengantongi keuntungan, sementara 94 saham lainnya membukukan kerugian dan dua saham diperdagangkan tidak berubah.

ITV, sebuah kelompok perusahaan media terpadu Inggris, berkinerja paling buruk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 6,64 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan induk multinasional Inggris yang mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan mesin untuk pesawat dan lain sebagainya Rolls-Royce Holdings, anjlok 6,51 persen; serta perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Inggris-Spanyol International Consolidated Airlines Group tergerus 5,23 persen.

Sementara itu, Just Eat Takeaway, sebuah perusahaan layanan pemesanan dan pengiriman makanan daring, melonjak 3,25 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan penerbitan dan pendidikan multinasional Inggris Pearson yang meningkat 1,31 persen, serta perusahaan pengecer diskon barang dagangan umum Inggris B&M European Value Retail terangkat 0,50 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel