Saham Inggris turun hari ketiga, indeks FTSE 100 merosot 1,12 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Inggris kembali berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (15/7), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London merosot lagi 1,12 persen atau 79,17 poin, menjadi menetap di 7.012,02 poin.

Indeks FTSE 100 terpangkas 0,47 persen atau 33,53 poin menjadi 7.091,19 poin pada hari Rabu (14/7), setelah menyusut 0,01 persen atau 0,70 poin menjadi 7.124,72 poin pada hari Selasa (13/7), dan menguat 0,05 persen atau 3,54 poin menjadi 7.125,42 poin pada hari Senin (12/7).

Dari 100 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks FTSE 100, hanya 15 saham yang berhasil mengantongi keuntungan. Sementara itu, 85 saham lainnya mengalami kerugian.

Just Eat Takeaway, perusahaan layanan pemesanan dan pengiriman makanan daring, adalah emiten dengan kinerja paling buruk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya anjlok 9,11 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan pengecer pakaian, alas kaki dan produk rumah tangga multinasional Inggris Next yang kehilangan 4,98 persen, serta perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris Astrazeneca tergelincir 3,73 persen.

Sementara itu, Avast, perusahaan keamanan siber terkemuka global, melambung 18,13 persen, menjadi pencetak keuntungan paling atas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan pelaporan kredit konsumen multinasional Inggris-Irlandia Experian yang terangkat 2,45 persen, serta perusahaan penyedia berbagai produk dan layanan asuransi dan investasi internasional Prudential meningkat 1,64 persen.

Baca juga: Saham energi seret turun FTSE 100 karena inflasi dan khawatir virus

Baca juga: Saham Inggris kembali melemah, indeks FTSE 100 terpangkas 0,47 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel