Saham Jepang berakhir menguat, indeks Nikkei terangkat 0,58 persen

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Jepang berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat, membukukan kenaikan mingguan keempat berturut-turut, didorong pembuat chip kelas berat yang melonjak dan beberapa investor mengejar ketinggalan reli baru-baru ini.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) terangkat 0,58 persen atau 176,71 poin menjadi ditutup pada 30.500,05 poin, setelah terpangkas 0,62 persen atau 188,37 persen di sesi sebelumnya.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas menguat 0,48 persen atau 10,01 poin menjadi menetap di 2.100,17 poin, setelah tergelincir 0,30 persen atau 6,23 poin pada Kamis (16/9/2021).

Harapan dari kepemimpinan baru, meningkatnya vaksinasi COVID-19, dan berkurangnya infeksi telah mendorong indeks Nikkei melonjak 8,58 persen sepanjang bulan ini. Meskipun jatuh dalam dua sesi terakhir, indeks masih berakhir dengan kenaikan mingguan 0,42 persen, menandai kenaikan untuk minggu keempat berturut-turut.


Baca juga: Bursa Jepang menguat terangkat kenaikan saham-saham pembuat chip


“Saham-saham naik karena beberapa investor ingin meningkatkan bobot saham Jepang dalam portofolio mereka. Dan ada permintaan dari mereka yang gagal membeli saham Jepang dalam reli awal bulan ini,” kata Jun Morita, manajer umum departemen riset di Chibagin Asset Management.

Penyedia platform layanan medis M3 memimpin kenaikan Nikkei dengan melonjak 4,91 persen, diikuti oleh saham terkait chip Tokyo Electron dan Advantest, yang masing-masing naik 1,24 persen dan 2,44 persen.

Perusahaan pelayaran memperoleh keuntungan tertinggi di antara 33 sub-indeks industri Bursa Efek Tokyo, dengan Nippon Yusen terdongkrak 2,88 persen dan Kawasaki Kisen melonjak 4,24 persen.


Baca juga: Saham Jepang ditutup jatuh dua hari beruntun karena aksi ambil untung


Maskapai penerbangan dan kereta api juga menguat, masing-masing naik 1,67 persen dan 1,16 persen.

Di sisi lain, Nippon Steel anjlok 5,96 persen setelah pembuat baja tersebut menetapkan harga obligasi konversi senilai 300 miliar yen (2,73 miliar dolar AS). Rekan-rekannya, Kobe Steel dan JFE Holdings masing-masing kehilangan 3,79 persen dan 2,34 persen.


Baca juga: Saham Jepang turun, investor ambil untung setelah reli baru-baru ini

Baca juga: Saham Jepang mundur dari tertinggi 3 dekade, Nikkei jatuh 0,52 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel