Saham Jerman berakhir di zona merah, indeks DAX 40 jatuh 293,62 poin

Saham-saham Jerman berakhir di zona merah pada perdagangan Senin waktu setempat (9/5), mencatat kerugian untuk hari keempat berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt jatuh 2,15 persen atau 293,62 poin, menjadi menetap di 13.380,67 poin.

Indeks DAX 40 anjlok 1,64 persen atau 228,23 poin menjadi 13.674,29 poin pada Jumat (6/5), setelah melemah 0,49 persen atau 68,30 poin menjadi 13.902,52 poin pada Kamis (5/5), dan merosot 0,49 persen atau 68,65 poin menjadi 13.970,82 poin pada Rabu (4/5).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya dua saham yang berhasil meraih keuntungan, sementara 38 saham lainnya mengalami kerugian.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Delivery Hero, perusahaan penyedia layanan pemesanan dan pengiriman makanan secara daring mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 13,26 persen.

Disusul oleh saham perusahaan produsen semikonduktor multinasional Jerman Infineon Technologies AG yang anjlok 6,03 persen, serta perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi mesin dan menawarkan layanan dan dukungan mesin pesawat komersial Jerman MTU Aero Engines AG tergelincir 5,03 persen.

Di sisi lain, E.ON SE perusahaan yang beroperasi sebagai pemasok energi terbarukan, jaringan energi, distribusi listrik dan gas, dan solusi energi menguat 0,97 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan yang memproduksi produk kimia industri, komersial dan konsumen multinasional Jerman Henkel AG & Co. KGaA yang terkerek tipis 0,07 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel