Saham Jerman berakhir positif, indeks DAX 30 terdongkrak 1,00 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jerman berakhir di di wilayah positif pada perdagangan Senin (21/6/2021), berbalik menguat dari penurunan tajam akhir pekan lalu. dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terdongkrak 1,00 persen atau 155,20 poin, menjadi menetap di 15.603,24 poin.

Indeks DAX 30 tergelincir 1,78 persen atau 279,63 poin menjadi 15.448,04 poin pada Jumat (18/6/2021), setelah menguat 0,11 persen atau 17,10 poin menjadi 15.727,67 poin pada Kamis (17/6/2021), dan terkikis 0,12 persen atau 18,95 poin menjadi 15.710,57 poin pada Rabu (16/6/2021).

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, sebanyak 21 saham berhasil mengantongi keuntungan, sementara sembilan saham lainnya mengalami kerugian.

Baca juga: Saham di Jerman berbalik melemah, indeks DAX 30 tergelincir

Produsen otomotif multinasional Jerman Volkswagen mencatat keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya melonjak 3,78 persen.

Disusul oleh saham perusahaan produsen otomotif multinasional Jerman lainnya Daimler yang terangkat 2,96 persen, serta perusahaan produsen berbagai bahan baku berbahan dasar poliuretan dan polikarbonat Covestro menguat 2,70 persen.

Di sisi lain, perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE merosot 2,20 persen, mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan.

Baca juga: Saham Prancis berbalik menguat, indeks CAC 40 bangkit 0,51 persen

Diikuti oleh saham perusahaan kimia dan farmasi multinasional Jerman Bayer yang melemah 1,06 persen, serta perusahaan pemasok peralatan dialisis ginjal Fresenius Medical menyusut 1,03 persen.

Grup perusahaan kimia BASF adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 224,03 juta euro (266,39 juta dolar AS).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel