Saham Jerman berbalik melemah, indeks DAX 30 terpangkas 0,64 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (31/5), berbalik melemah dari keuntungan akhir pekan lalu, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas 0,64 persen atau 98,85 poin, menjadi menetap di 15.421,13 poin.

Indeks DAX 30 terangkat 0,74 persen atau 113,25 poin menjadi 15.519,98 poin pada Jumat (28/5/2021), setelah menyusut 0,28 persen atau 43,99 poin menjadi 15.406,73 poin pada Kamis (27/5/2021), dan melemah 0,09 persen atau 14,37 poin menjadi 15.450,72 poin pada Rabu (26/5/2021).

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, hanya lima saham yang berhasil mengantongi keuntungan, sementara 24 saham mengalami kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Perusahaan manufaktur dan elektronik Siemens menderita kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya merosot 1,68 persen.

Disusul oleh saham saham perusahaan produsen kimia dan farmasi multinasional Jerman Bayer yang kehilangan 1,45 persen, serta perusahaan perangkat lunak multinasional SAP berkurang 1,39 persen.

Di sisi lain, perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan daring multinasional Eropa Delivery Hero menguat 1,12 persen, menjadi pencetak keuntungan paling atas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen otomotif Volkswagen yang terangkat 0,99 persen, serta perusahaan produsen semikonduktor Infineon Technologies meningkat 0,15 persen.

Volkswagen adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 162,38 juta euro (198,12 juta dolar AS).

Baca juga: Saham Jerman berbalik menguat, indeks DAX 30 terangkat 0,74 persen
Baca juga: Saham Jerman kembali melemah, indeks DAX 30 tergerus 0,28 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel