Saham Jerman berbalik "rebound," Indeks DAX 30 melonjak 1,76 persen

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jerman ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu (6/1/2021), berbalik menguat atau rebound dari penurunan sehari sebelumnya, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt melonjak 1,76 persen atau 240,75 poin, menjadi menetap di 13.891,97 poin.

Indeks acuan DAX 30 merosot 0,55 persen atau 75,52 poin menjadi 13.651,22 poin pada Selasa (5/1/2021),setelah naik tipis 0,06 persen atau 7,96 poin menjadi 13.726,74 poin pada Senin (4/1/2021), dan melemah 0,31 persen atau 42,60 poin menjadi 13.718,78 poin pada Rabu (30/12/2020).

Pasar saham Jerman tutup pada Kamis (31/12/2020) dan Jumat (1/1/2020) untuk hari libur umum perayaan Tahun Baru.

Baca juga: Saham Jerman terkoreksi, indeks DAX 30 ditutup berkurang 0,55 persen

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, sebanyak 20 saham berhasil mengantongi keuntungan dan 10 saham mengalami kerugian.

Deutsche Bank, perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Jerman, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya melambung 5,99 persen.

Disusul saham perusahaan asuransi dan jasa keuangan Jerman Allianz yang terangkat 5,20 persen, serta kelompok perusahaan grup kimia BASF bertambah 4,61 persen.

Baca juga: Saham Inggris untung 3 hari beruntun, Indeks FTSE melejit 3,47 persen

Di sisi lain, Vonovia, perusahaan pengembang perumahan Jerman mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terpuruk 4,02 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan daring multinasional Eropa Delivery Hero yang merosot 3,99 persen, serta perusahaan pengembangan perumahan Jerman Deutsche Wohnen jatuh 3,82 persen.

Allianz adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 404,92 juta euro (498,1 juta dolar AS).

Baca juga: IHSG diprediksi turun hari ini, usai naik beruntun sejak awal tahun