Saham Jerman ditutup di zona merah, indeks DAX 40 anjlok 2,48 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jerman ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat waktu setempat (22/4/2022), menghentikan keuntungan selama dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt anjlok 2,48 persen atau 360,32 poin, menjadi 14.142,09 poin.

Indeks DAX 40 terdongkrak 0,98 persen atau 140,38 poin menjadi 14.502,41 poin pada Kamis (21/4/2022), setelah terangkat 1,47 persen atau 208,57 poin menjadi 14.362,03 poin pada Rabu (20/4/2022), dan turun tipis 0,07 persen atau 10,39 poin menjadi 14.153,46 poin pada Selasa (19/4/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya satu saham yang berhasil meraih keuntungan, sementara 39 saham lainnya mengalami kerugian.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Saham Siemens Healthineers AG, sebuah perusahaan perangkat medis multinasional Jerman mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 6,98 persen.

Disusul oleh saham perusahaan penyedia layanan makanan berlangganan mingguan secara daring HelloFresh yang terpuruk 5,68 persen, serta perusahaan yang memproduksi dan memasarkan peralatan dan komponen elektronik presisi Jerman Sartorius AG anjlok 5,56 persen.

Di sisi lain, saham HeidelbergCement, perusahaan bahan bangunan multinasional Jerman merupakan satu-satunya saham unggulan yang berhasil mencetak keuntungan, dengan harga sahamnya terdongkrak 0,79 persen.

Baca juga: Saham Jerman untung hari kedua, indeks DAX 40 terdongkrak 0,98 persen
Baca juga: Saham Jerman berakhir positif, indeks DAX 40 terangkat 208,57 poin
Baca juga: Saham Jerman berbalik melemah, indeks DAX 40 turun tipis 0,07 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel