Saham Jerman lanjutkan kerugian, indeks DAX 30 tergelincir 1,01 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jerman ditutup berguguran pada perdagangan Kamis (15/7), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt tergelincir lagi 1,01 persen atau 159,32 poin, menjadi menetap di 15.629,66 poin.

Indeks DAX 30 menyusut 0,0042 persen atau 0,66 poin menjadi 15.788,98 poin pada hari Rabu (14/7), setelah terkikis 0,01 persen atau 0,87 poin menjadi 15.789,64 poin pada hari Selasa (13/7/2021), dan bertambah 0,65 persen atau 102,58 poin menjadi 15.790,51 poin pada hari Senin (12/7/2021).

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, hanya empat saham yang berhasil mengantongi keuntungan. Sementara itu, 26 saham lainnya mengalami kerugian.

Siemens Energy, perusahaan divisi energi dari Siemens Group, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham-saham unggulan atau blue chips dengan harga sahamnya terjun 11,09 persen.

Disusul oleh saham perusahaan produsen semikonduktor internasional Infineon Technologies yang kehilangan 2,51 persen, serta perusahaan manufaktur dan elektronik Siemens terpangkas 2,49 persen.

Di sisi lain, E.ON, kelompok perusahaan pemasok energi multinasional Jerman terangkat 1,06 persen, merupakan pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan kimia multinasional Jerman Linde yang bertambah 0,73 persen, serta perusahaan properti dan pengembang perumahan Deutsche Wohnen menguat 0,19 persen.

Siemens Energy adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 297,81 juta euro (351,68 juta dolar AS).

Baca juga: Saham Jerman ditutup hampir tak berubah, indeks DAX 30 susut 0,66 poin

Baca juga: Saham Jerman setop untung dua hari, indeks DAX 30 terkikis 0,01 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel