Saham Jerman merugi hari kedua, indeks DAX 40 tergerus 0,65 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jerman berakhir lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat (7/1/2022), mencatat kerugian untuk hari kedua berturut-turut dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergerus 0,65 persen atau 104,29 poin, menjadi menetap di 16.052,03 poin.

Indeks DAX 40 merosot 1,35 persen atau 219,72 poin menjadi 16.052,03 poin pada Kamis (6/1/2022), setelah meningkat 0,74 persen atau 119,14 poin menjadi 16.271,75 poin pada Rabu (5/1/2022), dan menguat 0,82 persen atau 131,88 poin menjadi 16.152,61 poin pada Selasa (4/1/2022).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 11 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 29 saham lainnya mengalami kerugian.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Puma SE, perusahaan multinasional Jerman yang mendesain dan memproduksi alas kaki, pakaian dan aksesoris atletik dan kasual mengalami kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 2,58 persen.

Disusul oleh saham perusahaan penyedia layanan makanan secara daring multinasional HelloFresh yang merosot 2,56 persen, serta perusahaan pengembang properti dan real estat Jerman Vonovia melemah 2,28 persen.

Di sisi lain, Deutsche Bank AG, sebuah perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional Jerman menguat 1,78 persen, menjadi pencetak keuntungan paling banyak (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen semikonduktor Jerman Infineon Technologies AG yang terangkat 1,70 persen, serta perusahaan jasa keuangan dan asuransi multinasional Jerman Allianz SE bertambah 1,16 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel