Saham Jerman rontok, dengan indeks DAX berakhir anjlok 2,82 persen

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jerman rontok pada akhir perdagangan Senin (21/12/2020), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut.

Indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt anjlok 2,82 persen atau 384,21 poin, menjadi menetap di 13.246,30 poin.

Indeks DAX 30 merosot 0,27 persen atau 36,74 poin menjadi 13.630,51 poin pada Jumat (18/12/2020), setelah bertambah 0,75 persen atau 101,27 poin menjadi 13.667,25 poin pada Kamis (17/12/2020), dan melonjak 1,52 persen atau 203,11 poin menjadi 13.565,98 poin pada Rabu (16/12/2020).

Seluruh saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 30 berakhir di posisi merah.

Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terpangkas 4,56 persen.

Disusul oleh saham perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, serta perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Jerman Deutsche Bank, yang masing-masing anjlok 4,48 persen dan 4,42 persen.

Perusahaan asuransi dan jasa keuangan Jerman Allianz adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 408,02 juta euro (496,68 juta dolar AS).

Baca juga: Saham Jerman dilanda ambil untung, indeks DAX 30 merosot 0,27 persen
Baca juga: Saham Jerman terus menguat, indeks DAX 30 bertambah 0,75 persen
Baca juga: Saham Jerman untung hari ketiga, indeks DAX 30 melonjak 1,52 persen