Saham Korea Selatan naik 3 hari beruntun, cetak rekor tertinggi baru

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Saham Korea Selatan (Korsel) mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis, melanjutkan kenaikan beruntun selama tiga hari berturut-turut karena investor asing memburu saham-saham domestik mengikuti kenaikan di bursa Wall Street malam sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 46,29 poin atau 1,49 persen menjadi 3.160,84. Volume perdagangan mencapai 1,33 miliar saham senilai 24,6 triliun won (22,4 miliar dolar AS).

Indeks KOSPI mengawali perdagangan dengan naik 0,28 persen dan melanjutkan kenaikan sepanjang sesi karena investor asing memburu saham lokal menyusul kenaikan di pasar saham AS malam sebelumnya.

Dua indeks saham utama di Wall Street ditutup pada rekor tertinggi baru setelah Joe Biden dilantik sebagai presiden AS ke-46.

Baca juga: Saham Korea Selatan berakhir lebih tinggi

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,83 persen menjadi 31.188,38 dan Indeks S&P 500 naik 1,39 persen menjadi 3.851,85.

Asing membeli saham lokal dengan harapan paket stimulus lebih lanjut di bawah pemerintahan Biden yang baru.

Baik investor institusional maupun ritel mencatat penjualan bersih, mempertimbangkan prospek stimulus fiskal AS tambahan.

Saham berkapitalisasi besar menguat. Pemimpin pasar Samsung Electronics naik 1,0 persen dan raksasa chip memori SK hynix naik 0,8 persen. Produsen mobil terbesar Hyundai Motor naik 2,1 persen, dan mesin pencari yang paling banyak digunakan Naver melonjak 4,7 persen.

Baca juga: Saham Korea Selatan berakhir lebih rendah

Raksasa biofarmasi Celltrion naik 0,3 persen dan Samsung BioLogics, unit farmasi Samsung Group, naik 0,1 persen.

Indeks Kosdaq yang melacak saham-saham berkapitalisasi kecil bertambah 3,74 poin, atau 0,38 persen, menjadi 981,40.

Mata uang lokal berakhir pada 1.098,2 won terhadap dolar AS, naik 2,1 won dari penutupan sebelumnya.

Harga obligasi berakhir beragam. Imbal hasil obligasi pemerintah tiga tahun yang likuid turun 0,5 basis poin menjadi 0,971 persen, tetapi imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik 0,3 basis poin menjadi 1,706 persen.

Baca juga: Saham Australia sentuh level tertinggi baru dalam 11 bulan