Saham Korea Selatan naik karena pembelian ritel

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Saham Korea Selatan berakhir dengan catatan optimis pada Kamis karena investor ritel membeli saham di tengah likuiditas yang memadai.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 11,98 poin atau 0,40 persen menjadi 3.008,33. Volume perdagangan mencapai 921,9 juta saham senilai 13,1 triliun won (11,6 miliar dolar AS).

KOSPI mulai dengan melemah 0,02 persen, tetapi berbalik naik di sesi pagi karena investor individu mengambil alih saham.

Investor ritel bergegas ke pasar saham karena bank sentral negara itu mempertahankan suku bunganya pada level terendah sepanjang masa yakni di 0,50 persen sejak Mei tahun lalu.

Baca juga: Saham Korsel dibuka lebih tinggi, indeks KOSPI terkerek 0,16 persen

Kenaikan KOSPI terbatas karena investor asing dan institusional melepas saham karena kekhawatiran tentang kebangkitan COVID-19 di Eropa dan kemungkinan penundaan dalam pemulihan ekonomi global.

Saham berkapitalisasi besar berakhir beragam. Dikutip dari Xinhua, pemimpin pasar Samsung Electronics naik 0,3 persen, tetapi raksasa chip memori SK hynix kehilangan 0,4 persen. Mesin pencari yang paling banyak digunakan Naver turun 1,8 persen, tetapi perusahaan kimia terkemuka LG Chem naik 0,5 persen.

Samsung Biologics, unit farmasi dari Samsung Group, naik 0,3 persen, tetapi produsen mobil terbesar Hyundai Motor mundur 1,4 persen. Raksasa biofarmasi Celltrion meningkat 2,5 persen, tetapi produsen baterai isi ulang Samsung SDI tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.

Indeks KOSDAQ atas saham berkapitalisasi kecil naik 1,17 poin, atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 954,99.

Mata uang lokal berakhir pada 1.133,3 won terhadap dolar AS, naik 0,3 won dari penutupan sebelumnya. Mata uang Korea Selatan terapresiasi atas permintaan aset berisiko.

Baca juga: IHSG berpeluang "rebound" hari ini, seiring turunnya yield obligasi AS
Baca juga: Saham Hong Kong dibuka rugi lagi, Indeks Hang Seng anjlok 1,04 persen
Baca juga: Nikkei dibuka lebih tinggi karena investor buru saham "oversold"