Saham Korsel akhir pekan turun, Indeks KOSPI tergerus 0,47 persen

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Korea Selatan (Korsel) berakhir lebih rendah pada Jumat, mencatat penurunan mingguan ketiga, bahkan ketika Wall Street terus reli karena meningkatnya risiko inflasi dan gangguan rantai pasokan global mengurangi sentimen risiko, sementara won dan imbal hasil obligasi melemah.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) tergerus 13,95 poin atau 0,47 persen menjadi ditutup pada 2.969,27 poin. Untuk minggu ini, KOSPI merosot 0,50 persen.

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa teknologi Samsung Electronics melemah 0,57 persen dan rekannya SK Hynix menguat 0,94 persen, sementara saham LG Chem turun 0,51 persen dan Naver menyusut 0,24 persen.

Tidak ada momentum yang kuat dan masalah logistik seputar sektor manufaktur mengganggu sentimen investor, kata Park Kwang-nam, seorang analis di Mirae Asset Digital Research.

Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 41,5 miliar won di papan utama.

Baca juga: Saham Korsel bersiap untuk turun mingguan ke-3 karena risiko inflasi

Won dikutip pada 1.185,2 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, 0,22 persen lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 1,182,6.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.185,0 per dolar, naik 0,1 persen dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya dikutip pada 1.185,2.

KOSPI telah meningkat 3,33 persen sepanjang tahun ini, tetapi kehilangan 4,7 persen dalam 30 sesi perdagangan sebelumnya.

Volume perdagangan selama sesi di Indeks KOSPI mencapai 675,89 juta saham. Dari total 928 saham yang diperdagangkan, jumlah saham yang naik mencapai 269.

Won melemah 8,3 persen terhadap dolar sepanjang tahun ini.

Sementara itu imbal hasil obligasi Pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid turun 9,2 basis poin menjadi 1,948 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Korea 10-tahun yang jadi acuan turun 7,7 basis poin menjadi 2,351 persen.

Baca juga: IHSG akhir ditutup merosot, seiring perlambatan ekonomi RI kuartal III

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel