Saham Korsel dibuka naik beruntun, investor cari aset berisiko

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Korea Selatan (Korsel) menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada Rabu, karena produsen chip kelas berat mengikuti rekan-rekan mereka di AS lebih tinggi dan investor mencari aset berisiko meskipun kasus Omicron melonjak di seluruh dunia.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Sahan Gabungan Korea (KOSPI) terdongkrak 5,13 poin atau 0,17 persen menjadi diperdagangkan di 2.980,16 poin pada pukul 02.06 GMT, setelah membukukan kenaikan 0,41 persen pada Selasa (21/12/2021).

Raksasa chip memperpanjang kenaikan, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 1,28 persen dan 2,01 persen, karena prospek optimis di seluruh sektor. Indeks Philadelphia SE Semiconductor melonjak 3,35 persen.

Presiden AS Joe Biden pada Selasa (21/12/2021) mengumumkan lebih banyak tempat vaksinasi federal dan pengujian untuk mengatasi lonjakan COVID-19 yang didorong oleh varian Omicron, tetapi diyakinkan bahwa mereka yang divaksinasi dapat berkumpul untuk liburan.

Baca juga: Saham Korsel naik ditopang optimisme sektor chip dan data ekspor kuat

"Bahkan ketika kekhawatiran tentang penyebaran varian Omicron tetap ada, pasar agak fokus pada berita positif seperti Biden mengatakan tidak untuk penguncian," kata Analis Bookook Securities, Lee Won.

Di papan utama KOSPI, investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 112,3 miliar won (94,35 juta dolar AS).

Won dikutip pada 1.190,4 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, 0,21 persen lebih tinggi dari penutupan sesi sebelumnya.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.190,3 per dolar, tidak berubah dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward, kontrak satu bulannya dikutip pada 1.189,8.

Di pasar uang dan utang, kontrak berjangka Maret pada obligasi pemerintah tiga tahun turun 0,02 poin menjadi 109,22.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid naik 2,2 basis poin menjadi 1,741 persen, sedangkan imbal hasil obligasi Pemerintah Korea 10-tahun yang jadi acuan naik 3,7 basis poin menjadi 2,132 persen.

Baca juga: IHSG diperkirakan menguat, ikuti kenaikan indeks saham Wall Street

Baca juga: Pasar saham di Asia menguat, meskipun ada ancaman Omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel