Saham Korsel ditutup melemah, KOSPI catat penurunan mingguan ketiga

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Korea Selatan berakhir lebih rendah pada Jumat, karena investor menahan diri untuk membuat taruhan besar setelah pasar China kembali dari liburan dan menjelang data pekerjaan penting AS yang akan dirilis hari ini.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup melemah 3,16 poin atau 0,11 persen menjadi 2.956,30 poin, menyusul kenaikan 1,76 persen sehari sebelumnya. Indeks acuan turun 2,08 persen pada basis mingguan, memperpanjang penurunan untuk minggu ketiga berturut-turut.

Saham-saham kelas berat teknologi mendorong penurunan indeks acuan, dengan raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 0,14 persen dan 1,78 persen. Perusahaan platform Naver juga jatuh 1,27 persen.

Samsung mengatakan pada Jumat bahwa laba operasi kuartal ketiganya kemungkinan naik ke level tertinggi tiga tahun karena kenaikan harga chip memori dan penjualan display.

Investor asing adalah penjual bersih saham senilai 48,7 miliar won (40,75 juta dolar AS) di papan utama.

Pasar China melanjutkan perdagangan setelah liburan selama seminggu di tengah kekhawatiran tentang China Evergrande Group yang terlilit utang dan dampak kekurangan listrik yang telah menyebar ke seluruh negeri.

Pelaku pasar menunggu data pekerjaan AS karena dapat memberikan wawasan baru tentang waktu pengurangan pembelian aset oleh Federal Reserve.

Sementara itu, bank sentral Korea Selatan kemungkinan akan mempertahankan kebijakannya pada Selasa (12/10/2021) tetapi menetapkan panggung untuk kenaikan suku bunga bulan depan mengikuti kenaikan Agustus, jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Won berakhir pada 1.194,6 per dolar di platform penyelesaian dalam negeri, 0,35 persen lebih rendah dari penutupan sebelumnya dan terendah sejak 28 Juli 2020. Di perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.195,0 per dolar.

Baca juga: IHSG akhir pekan menguat seiring masih berlanjutnya aksi beli asing
Baca juga: Rupiah akhir pekan melemah menanti laporan tenaga kerja AS
Baca juga: Nikkei Jepang perpanjang reli ikuti Wall Street, Toyota angkat Topix

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel