Saham Korsel ditutup rugi 2 hari beruntun, KOSPI tergerus 0,18 persen

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Korea Selatan (Korsel) berakhir lebih rendah pada Kamis, mengikuti pelemahan Wall Street semalam karena melonjaknya angka inflasi AS memicu kekhawatiran bahwa kebijakan moneter mungkin diperketat lebih cepat, sementara won menguat dan imbal hasil obligasi naik.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) tergerus 5,25 poin atau 0,18 persen, menjadi ditutup di 2.924,92 poin.

KOSPI telah naik 1,79 persen sepanjang tahun ini, tetapi turun 6,5 persen dalam 30 sesi perdagangan sebelumnya.

Inflasi AS yang lebih cepat dari perkiraan dan penurunan saham-saham Wall Street menyebabkan beberapa kerugian di KOSPI, kata Lee Kyoung-min, seorang analis di Daishin Securities.

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa teknologi Samsung Electronics melemah 0,43 persen dan rekannya SK Hynix turun 0,92 persen, sementara LG Chem terangkat 2,44 persen dan Naver merosot 1,81 persen.

Baca juga: Saham Korsel dibuka melemah, ikuti Wall Street

Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 94,9 miliar won di papan utama.

Volume perdagangan selama sesi di indeks KOSPI mencapai 563,41 juta saham. Dari total 928 saham yang diperdagangkan, jumlah saham yang naik adalah 214.

Won dikutip pada 1.180,8 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, 0,01 persen lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 1.180,9.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.180,6 per dolar, naik 0,4 persen dari hari sebelumnya, sementara pada perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya dikutip pada 1.181,5. Won telah kehilangan 8,0 persen terhadap dolar sepanjang tahun ini.

Di pasar uang dan utang, kontrak berjangka Desember pada obligasi pemerintah tiga tahun turun 0,08 poin menjadi 108,66.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid naik 3,6 basis poin menjadi 1,912 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Korea 10-tahun yang jadi acuan naik 3,6 basis poin menjadi 2,343 persen.

Baca juga: Saham Jepang berakhir menguat, Indeks Nikkei terangkat 0,59 persen

Baca juga: Saham Asia merosot, dolar bersinar saat kekhawatiran inflasi meningkat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel