Saham Korsel ditutup terendah satu bulan, KOSPI tergelincir 32,29 poin

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Korea Selatan ditutup di level terendah dalam sebulan pada Rabu, karena kelas berat teknologi utama mengikuti penurunan tajam Tesla Inc dan data inflasi dari China memicu kekhawatiran pengetatan kebijakan, sementara won melemah dan imbal hasil obligasi turun.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) tergelincir 32,29 poin atau 1,09 persen menjadi berakhir di 2.930,17 poin, menandai penutupan terendah sejak 12 Oktober.

Tesla mengalami penurunan harga saham paling tajam dalam 14 bulan pada Selasa (9/11/2021) di Wall Street, karena investor membuang saham yang terbang tinggi itu menjelang kemungkinan penjualan saham oleh kepala perusahaan Elon Musk.

Dikutip dari Reuters, raksasa pembuat chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,43 persen dan 0,46 persen, sementara pembuat baterai LG Chem dan produsen mobil Hyundai Motor masing-masing anjlok 3,90 persen dan 2,11 persen.

Investor asing adalah penjual bersih saham senilai 20,7 miliar won (17,51 juta dolar AS) di papan utama.

Data dari China yang menunjukkan inflasi gerbang pabriknya mencapai level tertinggi 26 tahun pada Oktober di tengah melonjaknya harga batu bara menambah kekhawatiran bahwa angka inflasi AS yang panas, yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat, dapat memperbarui tekanan pada para pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga.

Won mengakhiri perdagangan pada 1.180,9 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, 0,31 persen lebih rendah dari penutupan sebelumnya.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.180,9 per dolar, melemah 0,2 persen dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya tercatat pada 1,181,6.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid naik 0,2 basis poin menjadi 1,867 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Korea 10-tahun yang jadi acuan turun 0,2 basis poin menjadi 2,292 persen.

Baca juga: Saham Jepang berakhir lebih rendah, Indeks Nikkei jatuh 0,61 persen
Baca juga: Saham Asia menjadi lebih tenang, seiring lonjakan minyak dan inflasi
Baca juga: Bursa Korsel dibuka turun, tertekan saham baterai setelah Tesla jatuh

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel