Saham Korsel ditutup tertinggi 2,5 tahun dipicu vaksin dan data ekspor

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Saham-saham Korea Selatan ditutup pada level tertinggi mereka dalam lebih dari dua setengah tahun pada Rabu, memperpanjang reli mereka untuk sesi kedelapan berturut-turut, menyusul data perdagangan yang positif dan harapan keberhasilan vaksin virus corona.

Indikator utama pasar Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 1,33 persen atau 32,74 poin menjadi berakhir di 2.485,57 poin, yang merupakan posisi tertinggi sejak 3 Mei 2018.

Baca juga: Saham Korsel dibuka lebih tinggi, indeks KOSPI terkerek 0,53 persen

Raksasa chip Samsung Electronics dan perusahaan biofarmasi Celltrion memimpin kenaikan pada indeks acuan, masing-masing meningkat 1,8 persen dan 7,2 persen.

"Investor asing terlihat membeli saham-saham kelas berat termasuk Samsung Electronics di tengah dolar yang lemah ... Investor akan fokus pada kemajuan dalam pengembangan vaksin dan kebijakan Presiden terpilih AS Biden," kata analis Hana Financial Investment, Lee Young-gon, dikutip dari Reuters.

Asing melahap bersih 836,4 miliar won (753,97 juta won) saham di papan utama, setelah membeli sekitar bersih 2,5 triliun won dalam empat sesi terakhir, data Bursa Efek Korea menunjukkan.

Ekspor Korea Selatan untuk 10 hari pertama November melonjak 20,1 persen karena penjualan chip yang kuat dan permintaan yang solid dari mitra dagang utama, data menunjukkan pada Rabu.

Sementara itu, tingkat pengangguran nasional naik ke level tertinggi dalam tiga bulan pada Oktober, jumlah pekerja turun pada laju tercepat dalam enam bulan, karena kebangkitan kembali kasus COVID-19 menambah tekanan pada bisnis.

Won berakhir pada 1.110,0 per dolar di platform penyelesaian dalam negeri, meguat 0,46 persen dan menandai penutupan terkuat sejak 4 Desember 2018.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1,109,1 per dolar, sedangkan dalam perdagangan non-deliverable forward, kontrak satu bulannya dikutip pada 1,109,4 per dolar.

Imbal hasil obligasi negara Korea 3-tahun yang paling likuid naik 2,0 basis poin menjadi 0,993 persen (1 dolar AS = 1.109,33 won).

Baca juga: IHSG ditutup melambung, terkerek perkembangan vaksin dan ekonomi pulih
Baca juga: Nikkei ditutup di puncak baru 29 tahun, harapan vaksin terus menguat