Saham MNC Milik Hary Tanoe Catat Transaksi Tinggi, Ada Apa

Liputan6.com, Jakarta : Bos grup usaha MNC Hary Tanoesoedibjo har Senin ini mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Nasdem. Riuh di politik ternyata juga riuh di saham MNC yang hari ini mencatat transaksi tinggi. Adakah keduanya terkait

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatat transaksi perdagangan saham yang tinggi pada penutupan perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, (21/1/2013).

Volume transaksi perdagangan MNCN tercatat sebanyak 69.787 saham dengan frekuensi 1.587 kali, senilai Rp 83,9 miliar dan ditutup dengan harga stagnan Rp 2.400 per saham.

Analis PT Trust Securities, Reza Priyambada, mengakui jika harga saham MNCN dalam posisi stagnan. Hal itu karena kondisi harga saham anak usahanya ada yang melemah dan menguat.

"Kondisi harga saham anak usahanya ada yang melemah dan menguat. Seperti pergerakan harga saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) malah melemah. Sementara anak usaha lain, seperti Bhakti Capital sahamnya masih positif," ujar dia kepada Liputan6.com, Senin (21/1/2013).

Dia menilai kondisi stagnan harga saham MNCN masih cukup baik mengingat Indeks Harga Saham Gabung (IHSG) ditutup turun 25,21 poin menjadi 4439,97 pada penutupan perdagangan Senin (21/1/2013) akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah mencetak rekor tertinggi pada Jumat akhir pekan lalu di level 4.465,48.

Sementara perihal pengunduran diri pimpinan tertinggi MNCN, Hary Tanoesoedibjo dari Pengurus Partai Nasional Demokrat, menurut dia, tidak memberikan pengaruh terhadap kondisi perusahaan miliknya.  

"Saya pikir tidak berhubungan karena dengan pergerakan saham mereka hari ini bergerak stagnan. Dari sisi analis kami melihatnya lebih sentimen pasar aksi profit taking di pasar," ujar dia.

Dia mengatakan pergerakan harga saham biasanya mulai aktif bergerak menjelang laporan keuangan. Namun saat ini pelaku pasar enggan melakukan aksi trading.

Kinerja Laba MNC 2012 Meroket 51%

Pada hari ini, MNCN juga melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 12% menjadi Rp 6,09 triliun pada 2012 dibandingkan 2011. Kontribusi kenaikan pendapatan terutama dari pendapatan iklan sebesar 21% senilai Rp 5,37 triliun dari 2011 senilai Rp 4,418 triliun.

Kenaikan pendapatan diikuti kenaikan laba bersih sebesar 51% menjadi Rp 1,61 triliun dari sebelumnya Rp 1,07 triliun. Ebitda perseroan naik 38% menjadi Rp 2,56 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 1,86 triliun.

"Kuartal keempat 2012 mencetak kinerja yang lebih kuat dan membalas pencapaian kinerja kuartal ketiga yang relatif lebih lemah yang terutama disebabkan oleh penundaan pembukuan penerima iklan setelah Ramadhan," tutur CEO Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo dalam keterbukaan kepada PT Bursa Efek Indonesia. (Nur/Igw)