Saham Prancis berakhir negatif, indeks CAC 40 merosot 0,81 persen

Saham-saham Prancis berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Rabu (22/6/2022), berbalik melemah dari kenaikan dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris merosot 0,81 persen atau 48,03 poin, menjadi menetap di 5.916,63 poin.

Indeks CAC 40 terkerek 0,75 persen atau 44,57 poin menjadi 5.964,66 poin pada Selasa (21/6/2022), setelah bangkit 0,64 persen atau 37,44 poin menjadi 5.920,09 poin pada Senin (20/6/2022), dan menyusut 0,06 persen atau 3,59 poin menjadi 5.882,65 poin pada Jumat (17/6/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 13 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 27 saham lainnya mengalami kerugian.

ArcelorMittal SA, sebuah perusahaan manufaktur baja multinasional Prancis menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 9,56 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan yang mengoperasikan supermarket, hypermarket, cash and carry store, dan situs web e-commerce Prancis Carrefour SA anjlok 7,16 persen, serta perusahaan industri pesawat terbang dan peralatan militer Eropa Airbus SE kehilangan 3,25 persen.

Sementara itu, Capgemini SE, sebuah perusahaan jasa dan konsultan teknologi informasi multinasional Prancis terangkat 2,01 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan jasa transaksi dan pembayaran multinasional Prancis ​​​​​Worldline SA yang bertambah 1,98 persen, serta perusahaan yang memproduksi dan memasarkan minuman beralkohol Pernod Ricard menguat 1,83 persen.

Baca juga: IHSG ditutup jatuh, dipicu kekhawatiran kenaikan suku bunga AS
Baca juga: Rupiah ditutup jatuh 50 poin, pasar tunggu testimoni Gubernur The Fed
Baca juga: Euro dan sterling jatuh, dipicu kekhawatiran lonjakan inflasi Inggris

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel