Saham Prancis berakhir negatif, indeks CAC 40 terpangkas 1,07 persen

Tasrief Tarmizi
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Prancis berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Jumat (19/3/2021), berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terpangkas 1,07 persen atau 64,83 poin, menjadi menetap di 5.997,96 poin.

Indeks CAC 40 menguat 0,13 persen atau 7,97 poin menjadi 6.062,79 poin pada Kamis (18/3/2021), setelah sedikit tergerus 0,01 persen atau 0,61 poin menjadi 6.054,82 poin pada Rabu (17/3/2021), dan terkerek 0,32 persen atau 19,46 poin menjadi 6.055,43 poin pada Selasa (16/3/2021).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 22 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 28 saham lainnya mengalami kerugian.

Perusahaan manufaktur dirgantara multinasional Eropa Airbus mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 3,72 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen mobil hasil penggabungan PSA Peugeot dan Fiat Chrysler, Stellantis NV, yang merosot 3,57 persen, serta perusahaan manufaktur penerbangan Prancis Safran jatuh 3,48 persen.

Sementara itu, perusahaan farmasi multinasional Prancis Sanofi meningkat 1,74 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia STMicroelectronics yang menguat 1,58 persen, serta perusahaan konsultan dan layanan TI multinasional Eropa Atos naik 1,24 persen.