Saham Prancis berbalik melemah, indeks CAC 40 terpangkas 0,12 persen

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Prancis berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Jumat (25/6/2021), berbalik melemah karena aksi ambil untung dari kenaikan tajam sehari sebelumnya, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terpangkas 0,12 persen atau 8,28 poin menjadi 6.622,87 poin.

Indeks CAC 40 melonjak 1,22 persen atau 80,08 poin menjadi 6.631,15 poin pada Kamis (24/6/2021), setelah tergelincir 0,91 persen atau 60,43 poin menjadi 6.551,07 poin pada Rabu (23/6/2021), dan terkerek 0,14 persen atau 8,96 poin menjadi 6.611,50 poin pada Selasa (22/6/2021).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 18 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 22 saham lainnya mengalami kerugian.

Saham perusahaan manufaktur komponen kedirgantaraan dan pertahanan multinasional Safran mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 1,49 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan real estat komersial Eropa Unibail-Rodamco-Westfield SE yang merosot 1,48 persen, serta grup perusahaan produsen pesawat komersial Eropa Airbus melemah 1,43 persen.

Sementara itu, saham perusahaan produsen baja internasional ArcelorMittal SA melonjak 2,60 persen, menjadi peraih keuntungan paling banyak (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan produsen makanan internasional Danone yang terangkat 1,38 persen, serta perusahaan periklanan dan hubungan masyarakat multinasional Prancis Publicis Groupe meningkat 1,32 persen.

Baca juga: Saham Prancis berakhir negatif, indeks CAC 40 tergelincir 0,91 persen
Baca juga: Saham Prancis untung hari kedua, indeks CAC 40 terkerek 0,14 persen
Baca juga: Saham Prancis berbalik menguat, indeks CAC 40 bangkit 0,51 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel