Saham Prancis perpanjang kerugian, indeks CAC 40 jatuh 1,04 persen

Saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (15/9), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris jatuh 1,04 persen atau 64,57 poin menjadi menetap di 6.157,84 poin.

Indeks CAC 40 terpangkas 0,37 persen atau 23,28 poin menjadi 6.222,41 poin pada Rabu (14/9/2022), setelah tergerus 1,39 persen atau 87,90 poin menjadi 6.245,69 poin pada Selasa (13/9/2022), dan melonjak 1,95 persen atau 121,26 poin menjadi 6.333,59 poin pada Senin (12/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 15 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 24 saham menderita kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Dassault Systemes SE, sebuah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan aplikasi perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung kenerja perusahaan klien menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 4,07 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan jasa dan konsultan teknologi informasi multinasional Prancis Capgemini SE yang tergelincir 3,98 persen, serta perusahaan yang mendesain, memproduksi dan mendistribusikan aksesori dan pakaian mewah pribadi Hermes International SCA merosot 3,86 persen.

Sementara itu, Renault SA, perusahaan otomotif yang mendesain, memproduksi, memasarkan dan memperbaiki mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan Prancis terdongkrak 2,74 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan periklanan dan hubungan masyarakat multinasional Prancis Publicis Groupe yang bertambah 1,69 persen, serta perusahaan jasa keuangandan bank investasi multinasional Prancis Societe Generale SA, sering dijuluki "SocGen", menguat 1,18 persen.

Baca juga: Saham Perancis hentikan rugi 2 hari, indeks CAC 40 bangkit 101,53 poin

Baca juga: Saham Eropa merosot ke terendah 7 minggu, pasar khawatir bunga naik