Saham Singapura berakhir naik 0,17 persen

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Saham Singapura ditutup naik 0,17 persen lebih tinggi pada Kamis, didukung oleh kondisi ekonomi yang dunilai optimis oleh Bank Sentral AS Federal Reserve.

Pasar AS turun oleh aksi ambil untung setelah naik ke level tertinggi baru pada hari Rabu. Investor memantau perkembangan vaksin jika sampai ada ancaman terhadap pemulihan ekonomi, sementara Federal Reserve mengatakan dalam Beige Book bahwa aktivitas ekonomi telah menguat di tengah peningkatan belanja konsumen.

Sementara itu, harga minyak mentah naik di Asia setelah Badan Informasi Energi melaporkan permintaan bensin AS naik ke level tertinggi sejak Agustus, sedangkan pasokan minyak mentah turun terbesar dalam dua bulan, sehingga membawa stok nasional ke level terendah sejak akhir Februari.

Baca juga: Saham Singapura berakhir turun 0,27 persen hari Rabu

Riset Ritel MayBank-Kim Eng mengatakan sebelumnya kinerja saham-saham bertumbuh (growth stock=harga saham melebihi nilai fundamental) secara besar-besaran mengungguli saham-saham murah (value stock=harga saham lebih rendah dari nilai fundamental) di Singapura, tetapi gelombang sedang berbalik. Indeks saham-saham murah (value stock) Straits Times naik 12 persen sepanjang tahun ini (year to date). Pergeseran dana ke value stock diperkirakan akan meningkat di masa mendatang karena diperkirakan pendapatan (earning) value stock akan meningkat.

Indeks acuan Singapura, Straits Times, naik 5,38 poin menjadi 3.184,77 poin. Volume perdagangan 1,56 miliar saham senilai 1,12 miliar dolar Singapura. Yang naik melebihi jumlah yang turun dengan 236 banding 226.

Baca juga: Saham Singapura berakhir naik 0,44 persen

Perusahaan produksi film dan video mm2 Asia turun 3,39 persen menjadi 5,7 sen Singapura. Perusahaa ini meraih dana hampir 54,65 juta dolar Singapura setelah melakukan rights issue pada 4,7 sen Singapura per saham hak, yang mewakili 113 persen dari saham yang awalnya tersedia. Sebagian besar dari hasil bersih akan digunakan terutama untuk mengurangi pinjaman yang ada, sedangkan sisanya untuk keperluan umum perusahaan dan modal kerja. Dengan berkurangnya pinjaman, neraca grup akan diperkuat.

Di antara yang naik, Venture Corporation naik 0,29 persen menjadi 20,49 dolar Singapura, sementara Singapore Airlines menjadi salah satu yang paling merugi dengan turun 2,91 persen menjadi 5,34 dolar Singapura. (1 dolar AS sama dengan 1,33 dolar Singapura)