Saham Singapura ditutup jatuh, Indeks STI terpangkas 0,89 persen

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Saham-saham Singapura menutup perdagangan hari terakhir tahun ini pada Kamis dengan lebih rendah, berbalik melemah dari kenaikan dua hari berturut-turut, karena investor mencari katalis baru untuk memasuki tahun baru.

Dalam sesi perdagangan yang dipersingkat menjelang malam Tahun Baru, indeks acuan Straits Times Index (STI) di Bursa Efek Singapura, terpangkas 0,89 persen atau 25,41 poin, menjadi menetap pada 2.843,81 poin.

Total sebanyak 665,63 juta saham berpindah tangan senilai 548,44 juta dollar Singapura (sekitar 414,62 juta dolar AS), dengan 221 saham berhasil membukukan keuntungan dan 182 saham mengalami kerugian.

Indeks STI terdongkrak 0,74 persen atau 21,08 poin menjadi 2.869,22 poin pada akhir perdagangan Rabu (30/12/2020), setelah menguat sehari sebelumnya, dengan volume transaksi mencapai 1,55 miliar saham senilai 874,58 juta dolar Singapura (sekitar 659,95 juta dolar AS).

Baca juga: Saham Singapura menguat lagi, Indeks STI terdongkrak 0,74 persen

Maybank-Kim Eng Retail Research mengatakan, "secara teknis, Indeks STI diperdagangkan dengan bias positif, didukung oleh rata-rata pergerakan 20 hari di 2.840 poin dalam jangka pendek dan resistensi overhead di kisaran 2.892 poin dan 2.900 poin."

Saham Singapore Airlines turun 1,16 persen menjadi 4,28 dolar Singapura. Anggota krunya akan menghadapi tindakan pengendalian Virus Corona yang lebih ketat dengan segera.

Langkah itu dilakukan setelah awak kabin dan pilot dinyatakan positif mengidap Virus Corona. Satu sedang dalam penerbangan ke New York, sementara yang lain terbang ke London.

Baca juga: IHSG akhir tahun ditutup di zona merah

Awak udara yang singgah di tujuan berisiko tinggi akan diminta untuk meminimalkan kontak dengan penduduk setempat di sana, menjalani uji rantai polimerase pada saat kedatangan, dan pada hari ketiga dan ketujuh setelah mereka kembali ke Singapura.

Di antara top gainers, Jardine Cycle and Carriage naik 0,51 persen menjadi 19,55 dolar Singapura, sedangkan Singapore Exchange menjadi salah satu top losers yang turun 0,64 persen menjadi 9,28 dolar Singapura.

Bursa Singapura akan tutup pada Jumat (1/1/2021) untuk libur Tahun Baru.

Baca juga: Saham Malaysia berbalik menguat, Indeks KLCI naik 0,58 persen