Saham Softbank Cetak Rekor, Kekayaan CEO Masayoshi Son Melonjak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham Softbank milik miliarder Jepang, Masayoshi Son, mencapai level tertingginya sepanjang masa. Tercatat, saham tersebut mencapai 10.420 yen per lembar saham pada Selasa, 16 Februari 2021.

Dilansir dari laman Forbes, ditulis Sabtu, (20/2/2021), lonjakan ini menyumbang pada kekayaan Son menjadi menjadi USD 48 miliar atau sekitar Rp 675,44 triliun (asumsi kurs Rp 14.071 per dolar AS). Sedikit di bawah kekayaan bersih miliarder ritel Tadashi Yanai sebesar USD 48,2 miliar.

Saham SoftBank telah melonjak 221 persen sejak pendiri perusahaan muncul di daftar miliarder dunia pada 2020 dengan kekayaan mencapai USD 16,6 miliar.

Analis mengaitkan lonjakan saham baru-baru ini dengan banyak faktor. Mulai dari penjualan aset untuk mendanai pembelian kembali (buyback) saham, hingga serangkaian penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) yang sukses dalam beberapa bulan terakhir.

Dari April hingga September 2020, SoftBank telah melakukan penjualan besar-besaran yang menghasilkan 5,6 triliun yen (USD 53 miliar) kumulatif.

Penjualan tersebut termasuk saham di operator jaringan nirkabel Amerika T Mobile, raksasa e-commerce China Alibaba serta afiliasi telekomunikasi SoftBank Corp.

Dana baru tersebut memungkinkan perusahaan untuk membeli kembali saham senilai 1,3 triliun yen (USD 12,42 miliar) pada 31 Januari 2021. Selain itu, SoftBank menandatangani kesepakatan USD 40 miliar pada September 2020 untuk menjual sahamnya di perancang chip Arm ke produsen semikonduktor AS Nvidia.

Kinerja Softbank

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

SoftBank juga melaporkan angka yang kuat selama sembilan bulan yang berakhir pada 31 Desember 2020. Penjualan bersih naik 6 persen menjadi 4.138 miliar yen (USD 40 miliar), sementara laba bersih melonjak 541 persen menjadi 3.055.2 miliar yen (USD 29.6 miliar).

Perusahaan melaporkan keuntungan investasi kumulatif sebesar USD 27,6 miliar di seluruh SoftBank Vision Fund 1 dan 2 pada periode yang sama.

Dalam presentasi Februari, SoftBank mencatat sehubungan dengan dana visi, terdapat pertumbuhan yang signifikan dalam nilai aset. Hal ini didorong terutama oleh permintaan yang lebih besar untuk layanan online di bawah Covid-19 dan IPO perusahaan portofolio/

Sejumlah IPO sukses dari perusahaan yang didukung Son di Silicon Valley. Seperti pasar properti online Opendoor, kemudian aplikasi pengiriman makanan DoorDash dan biomed outfit Seer.

Son mencari lebih banyak sumber IPO pada 2021 dengan perusahaan rintisan yang didukung SoftBank, seperti agregator asuransi India PolicyBazaar dan perusahaan ride-hailing China Didi Chuxing, diharapkan untuk mendaftar.

Bulan ini, perusahaan e-commerce Korea Selatan Coupang, dengan SoftBank memiliki lebih dari sepertiga saham, akan mengajukan IPO.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini