Saham Spanyol finis di zona merah, indeks IBEX 35 anjlok 1,53 persen

Tasrief Tarmizi
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Spanyol berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (19/3/2021), berbalik turun tajam dari keuntungan sehari sebelumnya, dengan indeks acuan IBEX 35 di Bursa Efek Madrid anjlok 1,53 persen atau 131,60 poin, menjadi menetap di 8.493,00 poin.

Indeks IBEX 35 terangkat 0,29 persen atau 25,10 poin menjadi 8.624,60 poin pada Kamis (18/3/2021), setelah menyusut 0,67 persen atau 58,20 poin menjadi 8.599,50 poin pada Rabu (17/3/2021), dan menguat 0,26 persen atau 22,30 poin menjadi 8.657,70 poin pada Selasa (16/3/2021).

Dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX 35, tercatat hanya 11 saham yang berhasil meraih keuntungan, sementara 24 saham lainnya mengalami kerugian.

Banco de Sabadell SA, perusahaan jasa keuangan dan perbankan Spanyol, menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 5,09 persen.

Disusul oleh saham kelompok perusahaan penyedia teknologi informasi utama Spanyol untuk industri perjalanan dan pariwisata global Amadeus IT Group SA yang anjlok 3,94 persen, serta perusahaan jasa keuangan dan perbankan multinasional Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA atau BBVA merosot 3,82 persen.

Di sisi lain, Red Electrica Corporacion SA, perusahaan yang memelihara dan mengoperasikan jaringan transmisi listrik Spanyol, meraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya melonjak 2,28 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan listrik, telepon, internet, gas alam dan sekuritas Spanyol Iberdrola SA yang terangkat 2,11 persen, serta perusahaan utilitas listrik terbesar di Spanyol Endesa SA menguat 1,94 persen.