Saham TOBA Melonjak Usai Gandeng Gojek Garap Proyek Kendaraan Listrik

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatat kenaikan signifikan jelang penutupan perdagangan saham, Kamis (18/11/2021).

Saham TOBA menguat setelah perseroan menggandeng PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, Gojek untuk membentuk perusahaan patungan yang mengembangkan manufaktur kendaraan listrik.

Mengutip data RTI, saham TOBA melonjak 24,30 persen ke posisi Rp 665 per saham. Saham TOBA dibuka stagnan di Rp 535 per saham. Saham TOBA berada di level tertinggi Rp 665 dan terendah Rp 515 per saham.

Pada sesi perdagangan, laju saham TOBA cenderung stagnan dan melemah. Jelang penutupan perdagangan, saham TOBA berbalik arah ke zona hijau. Total frekuensi perdagangan 1.336 kali dengan volume perdagangan 215.058. Nilai transaksi Rp 14 miliar.

Penguatan saham TOBA ini terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang alami koreksi. IHSG merosot 0,59 persen ke posisi 6.636,46.

Indeks saham LQ45 susut 0,78 persen ke posisi 945,93. Seluruh indeks saham acuan merosot. Sebanyak 265 saham melemah sehingga menekan IHSG. 237 saham menguat dan 160 saham diam di tempat.

Sepanjang 2021, saham TOBA melonjak 27,88 persen ke posisi Rp 665 per saham. Saham TOBA berada di level tertinggi Rp 920 dan terendah Rp 460 per saham. Total volume perdagangan 259.692.101. Nilai transaksi Rp 147 miliar. Total frekuensi perdagangan 24.502 kali.

Sebelumnya, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui Gojek menargetkan pada 2030 pihaknya akan secara total, yaitu 100 persen menggunakan kendaraan listrik.

Hal tersebut disampaikan oleh Co-founder & CEO Gojek Kevin Alui dalam acara konferensi pers virtual bersama TBS Energi Utama, Kamis, 18 November 2021.

"Gojek sangat serius mengurangi emisi karbon ini, karena itu kami adopsi pelayanan kami untuk menggunakan motor listrik. Kami mau menggunakan 100 persen kendaraan listrik di 2030," kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen dengan dibentuknya joint venture dengan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melalui PT Karya Baru TBS (TBS) teken komitmen kerja sama untuk membentuk usaha patungan atau Joint Venture (JV), dengan nama Electrum. Perusahaan patungan ini bisa membangun ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia.

Perusahaan Patungan

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perusahaan patungan ini akan mengembangkan manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.

"Rencana kami ini sekaligus mendukung rencana Pemerintah Indonesia menjadikan pengembangan industri kendaraan listrik sebagai prioritas nasional," tutur dia.

Gojek akan mengadopsi kendaraan listrik ini untuk semua layanan baik GoRide, Go-Food, maupun Go-Send. Pihaknya melihat ini akan memberi manfaat bagi semua, sebab pelanggan pun akan diuntungkan dengan kenyamanan yang lebih karena kendaraan listrik itu tidak berisik.

Pihaknya ingin menjadikan Indonesia sebagai percontohan bagi negara-negara lain. Gojek sudah mengembangkan sayap bisnisnya. Misi joint venture ini adalah terbentuknya ekosistem yang bisa dipakai oleh seluruh masyarakat.

"Dalam hal ini, masyarakat juga bisa berkontribusi untuk mengurangi polusi. Kendaraan listrik juga lebih mudah perawatannya, karena komponen perawatannya lebih simple dari bensin," kata dia.

Capai Nol Emisi Karbon

Penandatanganan nota kesepahaman Gojek dan PT TBS Energi Utama Tbk pada Kamis (18/11/2021) (Dok: Istimewa)
Penandatanganan nota kesepahaman Gojek dan PT TBS Energi Utama Tbk pada Kamis (18/11/2021) (Dok: Istimewa)

Wakil Direktur Utama TBS Pandu Patria Sjahrir mengatakan, pihaknya memiliki misi yang sama dengan Gojek untuk mencapai Nol Emisi Karbon pada 2030 dengan melakukan transformasi business menjadi green business dengan fokus pada pengembangan dan investasi di bidang renewable energy and clean business.

Kolaborasi dengan Gojek tersebut merupakan komitmen reinvestasi pendapatan usaha TBS ke sektor energi bersih dan energi baru dan terbarukan.

"Transformasi bisnis telah kami lakukan selama 1,5 tahun ini menjadi perusahaan energi yang ramah lingkungan. Kami juga bergabung dengan UN Global Compact. Kami berharap kolaborasi kami ini bisa menjadi katalis untuk industri kendaraan bermotor di Indonesia. Kendaraan listrik ini diharapkan bisa jadi kendaraan utama di Indonesia nantinya," kata dia.

Gojek sebelumnya telah mengumumkan uji coba komersial pemanfaatan motor listrik yang menerapkan skema baterai swap.

Pada tahap ini, Gojek akan menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan, lalu selanjutnya akan meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan sampai dengan 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh penggunaan motor listrik sebanyak 1 juta kilometer di dalam platform Gojek.

Data hasil uji coba ini juga akan dimanfaatkan untuk mencari kombinasi teknologi yang tepat untuk kendaraan listrik yang dapat memenuhi kebutuhan mitra driver dan pengguna Gojek, serta pasar Indonesia secara luas.

Dalam uji coba komersial tersebut, para pengguna setia Gojek akan dapat memilih motor listrik pada saat menggunakan layanan GoRide dengan area pick up dan drop off di Jakarta Selatan. Sementara, mitra driver yang menggunakan kendaraan listrik akan terus dapat menjadi bagian dari layanan Gojek lainnya seperti GoFood, GoSend Instant, GoShop dan GoMart.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel