Saham Tokyo ditutup lebih rendah karena khawatir kenaikan bunga AS

Saham-saham Tokyo ditutup melemah pada Rabu, memperpanjang penurunan di Wall Street karena investor juga menunggu kenaikan suku bunga lebih lanjut yang diperkirakan akan diumumkan setelah pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) kehilangan 375,29 poin atau 1,36 persen, menjadi menetap di 27.313,13 poin, mencapai level terendah dua bulan. Indeks Topix yang lebih luas turun 26,47 poin atau 1,36 persen, menjadi berakhir di 1.920,80 poin.

Dolar AS sempat memuncaki garis 144 yen setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mengumumkan pada Rabu bahwa pihaknya berencana untuk melakukan operasi pembelian obligasi darurat.

Para diler di sini mengatakan langkah tersebut menyebabkan penjualan yen karena memperkuat pandangan bahwa BOJ tidak akan mengubah kebijakan pelonggaran moneter dalam pertemuannya sampai Kamis (22/9/2022), meskipun kesenjangan suku bunga yang lebih lebar antara Amerika Serikat dan Jepang membebani yen.

Pengumuman BOJ datang sebelum kesimpulan dari pertemuan kebijakan dua hari Fed, dan beberapa investor memperkirakan bank sentral AS akan menerapkan kenaikan suku bunga satu persen untuk menurunkan inflasi yang melonjak di negara itu.

Saham-saham Jepang pada Rabu juga terseret oleh sektor otomotif yang lebih lemah, mengikuti penurunan semalam di saham pembuat mobil AS Ford Motor, dengan Toyota Motor kehilangan 2,4 persen dan Honda Motor turun 1,9 persen.

Ford mengatakan pada Senin (19/9/2022) bahwa pendapatan kuartal ketiganya akan dipengaruhi oleh kekurangan suku cadang dan peningkatan biaya pengadaan karena inflasi, yang "memicu kekhawatiran bahwa pembuat mobil global seperti Toyota dan Honda juga mungkin menghadapi tantangan serupa," kata Masahiro Ichikawa, kepala strategi pasar di Sumitomo Mitsui DS Asset Management Co.

Pada penutupan perdagangan, saham alat transportasi, transportasi udara, serta tenaga listrik dan gas memimpin penurunan, dengan jumlah saham turun melampaui yang naik sebanyak 1.491 berbanding 288.

Baca juga: Saham Tokyo anjlok tertekan kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed
Baca juga: Nikkei ditutup di tertinggi 7 bulan, kekhawatiran inflasi AS mereda
Baca juga: Saham Jepang menguat ditopang laba kuat perusahaan dan pelemahan yen