Saham Tokyo ditutup menguat tajam, didorong pertumbuhan PDB Jepang

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Tokyo ditutup menguat tajam pada perdagangan Senin, dengan Nikkei mendekati level 26.000 poin untuk berakhir pada tertinggi baru dalam 29 tahun, ketika kepercayaan investor didorong oleh pertumbuhan 5,00 persen dalam ekonomi Jepang periode Juli-September.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) melonjak 521,06 poin atau 2,05 persen, dari penutupan Jumat (13/11/2020), menjadi mengakhiri perdagangan di 25.906,93 poin, mencatatkan akhir tertinggi sejak 3 Juni 1991. Akhir pekan lalu, Nikkei 225 terpangkas 135,01 poin atau 0,53 persen menjadi 25.385,87 poin.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka lebih tinggi menyusul kenaikan Wall Street

Sementara itu, dilansir dari Xinhua, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo meningkat 28,59 poin atau 1,68 persen, menjadi berakhir pada 1.731,81 poin. Indeks Topix kehilangan 23,01 poin atau 1,33 persen menjadi 1.703,22 poin pada akhir perdagangan Jumat lalu (13/11/2020).

Saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan transportasi laut, transportasi udara, dan real estat adalah yang meningkat baling besar pada penutupan perdagangan.

Perekonomian Jepang keluar dari resesi pada kuartal ketiga, tumbuh 5,0 persen lebih baik dari perkiraan, data pemerintah menunjukkan pada Senin, menyusul rekor kontraksi.

Hasil tersebut mengalahkan ekspektasi para ekonom sebesar 4,4 persen, dan analis mengatakan pemulihan kemungkinan akan berlanjut hingga kuartal terakhir tahun ini.

Kenaikan permintaan domestik serta ekspor membantu mendorong pertumbuhan kuartal ke kuartal, setelah pandemi virus corona dan kenaikan pajak konsumsi membuat ekonomi berbalik arah di awal tahun.

Angka positif muncul setelah tiga kuartal kontraksi di ekonomi terbesar ketiga dunia itu, dengan data yang direvisi menunjukkan ekonomi menyusut 8,2 persen di kuartal kedua, lebih buruk dari perkiraan sebelumnya 7,9 persen.

Baca juga: IHSG diprediksi naik terbatas jelang rilis data neraca perdagangan
Baca juga: Saham Hong Kong dibuka lebih tinggi, indeks HSI terkerek 0,78 persen