Saham Tokyo ditutup turun tertekan kekhawatiran "lockdown" baru Eropa

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Tokyo ditutup turun pada perdagangan Kamis, di tengah kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi global dari pandemi setelah Prancis dan Jerman akan mengeluarkan penguncian parsial (lockdown) dalam menghadapi peningkatan kasus COVID-19.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) berkurang 86,57 poin atau 0,37 persen, dari penutupan Rabu (28/10/2020), menjadi mengakhiri perdagangan di 23.331,94 poin. Sehari sebelumnya, indeks Nikkei 225 jatuh 67,29 poin atau 0,29 persen menjadi 23.418,51 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham utama di pasar Tokyo turun 1,62 poin atau 0,10 persen, menjadi berakhir di 1.610,93 poin. Indeks Topix menyusut 0,31 persen atau 4,98 poin menjadi 1.612,55 poin pada akhir perdagangan Rabu (28/10/2020).

Saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan rumah sekuritas, transportasi darat, tenaga listrik dan gas termasuk yang mengalami penurunan paling besar pada penutupan perdagangan.

Baca juga: Saham Tokyo ditutup turun tertekan penguatan yen dan lonjakan COVID-19
Baca juga: Nikkei turun tipis karena laba kuat imbangi tekanan virus corona
Baca juga: Saham Tokyo dibuka turun tertekan kekhawatiran lonjakan virus corona