Saham Virgin Galactic Milik Miliarder Richard Branson Merosot 17 Persen, Kenapa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham Virgin Galactic, perusahaan miliarder Richard Branson tergelincir pada perdagangan Senin, 12 Juli 2021 setelah perusahaan mengajukan penjualan hingga USD 500 juta saham biasa, atau sekitar Rp 7,23 triliun (kurs rupiah14.457 per USD).

Pengumuman penjualan saham itu menyusul suksesnya uji coba penerbangan luar angkasa komersial Perusahaan yang sekaligus mengangkut sang pemilik di dalamnya, Richard Branson.

Dilansir dari CNBC, Selasa (13/7/2021), Virgin Galactic (SPCE), turun 17,3 persen setelah mengumumkan penawaran penjualan sahamnya kepada Securities and Exchange Commission. Perdagangan SPCE sempat dihentikan sementara pada Senin pagi karena volatilitas.

Virgin Galactic memiliki 240 juta saham yang beredar. 164,6 juta di antaranya saham yang dilepas kepada publik. Berdasarkan harga penutupan pada perdagangan Jumat lalu sebesar USD 49,20, penawaran Virgin senilai USD 500 juta itu hampir setara dengan 10,2 juta saham.

Saham ditutup pada USD 40,69 per saham pada perdagangan Senin, setelah naik sebanyak 7 persen pada pra perdagangan. Saham Virgin Galactic telah naik lebih dari 80 persen sepanjang tahun ini untuk mengantisipasi kemajuan menuju layanan komersial tersebut.

Pesawat ruang angkasa perusahaan, VSS Unity, diluncurkan ke langit di atas New Mexico pada Minggu, 11 Juli 2021, dengan dua pilot memandu kendaraan yang membawa Branson dan tiga karyawan Virgin Galactic.

VSS Unity Virgin Galactic dirancang untuk menampung hingga enam penumpang bersama dengan dua pilot. Perusahaan ini memiliki sekitar 600 reservasi tiket untuk penerbangan mendatang yang dijual dengan harga antara USD 200.000 dan USD 250.000.

Virgin Galactic juga mengumumkan kemitraannya dengan perusahaan Omaze untuk menawarkan dua tiket emas pada salah satu penerbangan luar angkasa komersial Virgin Galactic perdana yang akan dimulai awal tahun depan.

Pendirian Virgin Galactic

Richard Branson. Foto: Don Emmert | AFP
Richard Branson. Foto: Don Emmert | AFP

Pada 2004, Branson mendirikan Virgin Galactic untuk menerbangkan penumpang pribadi ke luar angkasa. Branson sebelumnya tidak berniat turut dalam penerbangan luar angkasa hari Minggu kemarin.

Akan tetapi setelah sesama miliarder Jeff Bezos mengumumkan akan terbang bersama Blue Origin pada 20 Juli, Virgin Galactic mengatur ulang jadwalnya yang bertujuan untuk menerbangkan Branson sembilan hari sebelum Bezos.

Hal itu menjadikan Branson sebagai pendiri perusahaan ruang angkasa pertama yang mengendarai pesawat ruang angkasanya sendiri. Perusahaan sendiri telah melihat volatilitas besar pada pergerakan saham SPCE yang didorong oleh investor ritel yang bereaksi terhadap peristiwa itu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel