Saham Zebra Nusantara Melonjak Usai Beri Kuasa kepada Pengendali Baru

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), emiten bergerak di transporasi ini kembali melonjak. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, 19 Maret 2021, saham PT Zebra Nusantara Tbk naik 34,81 persen.

Mengutip data RTI, saham ZBRA ditutup ke posisi Rp 244 per saham. Saham ZBRA sempat dibuka naik dua poin ke posisi Rp 183 per saham. Saham ZBRA sempat berada di level tertinggi Rp 244 dan terendah Rp 180 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham 6.613 kali dengan nilai transaksi Rp 16,5 miliar.Saham ZBRA sudah melonjak 34,81 persen pada 15-19 Maret 2021. Kalau sepanjang 2021, saham ZBRA melambung 112,17 persen.

Sentimen perubahan pengendali saham kepada PT Trinity Healthcare (THC) kemungkinan berdampak terhadap gerak saham ZBRA.

PT Zebra Nusantara Tbk mengumumkan kalau perseroan telah memiliki pemegang saham baru. PT Trinity Healthcare telah akuisisi 51 persen saham PT Zebra Nusantara Tbk pada 9 Maret 2021.

"Direksi ZBRA dalam hal ini memberikan kuasa kepada Rudy Tanoesoedibjo untuk melakukan tindakan operasional perusahaan dalam rangka pengembangan bisnis perseroan, berlaku per tanggal hari ini (18 Maret 2021-red) sampai dengan pengangkatan secara resmi oleh RUPS Perseroan," ujar Direktur Utama PT Zebra Nusantara Tbk H. Mulyadi dalam keterangan tertulis.

THC dikenal oleh publik sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum. Sebelumnya, pada 26 Februari 2021 THC telah teken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBB) dengan pihak PT Infiniti Wahana (IW) selaku pemegang saham pengendali dalam ZBRA.

Diketahui IW mempunyai saham dalam ZBRA sejumlah 665.186.134 saham yang terdiri dari 3.400 saham seri A dengan nominal Rp 500 per sahamnya dan 665.182.734 saham seri B dengan nilai nominal senilai Rp 100,- (seratus rupiah) per sahamnya.

"Pada kesempatan ini, dapat kami sampaikan bahwa THC telah merealisasikan pembelian saham IW pada tanggal 09 Maret 2021 kemarin sebagai implementasi dari penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersayarat (PJBB) di bulan Februari 2021 yang lalu," kata pihak Manajemen THC.

Berdasarkan PJBB yang ada, THC sepakat untuk melakukan jual beli saham IW sebanyak436.627.835 saham seri B atau sekitar 51 persen dari total saham yang disetorkan secara penuh dalam ZBRA dengan harga per sahamnya Rp 56.

Menurut Rudy Tanoesoedibjo, pengambil alihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan bisnis persero dengan membangun sinergi bersama unit-unit usaha THC lainnya guna mencapai kemajuan perusahaan yang menjanjikan.

PT Zebra Nusantara Tbk dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi taksi dan jasa serupa lainnya. Selain mengoperasikan taksi di area Surabaya, Jawa Timur perusahaan ini juga menyewakan jasa limusin di area kota tersebut. PT Zebra Nusantara Tbk telah mengoperasikan unit bisnisnya sejak 1987 silam.

"Diharapkan bahwa dengan adanya pembeliaan saham IW oleh THC, THC dapat mengimplementasikan ekspansi unit bisnis yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia di masa mendatang,” ujar Manajemen THC.

Adapun pemegang saham PT Trinity Healthcare antara lain Rudijanto Tanoesoedibjo sebesar 90 persen, Juliati Hadi 9 persen dan Gary Tanoesoedibko 1 persen.

Bakal Gelar Tender Offer

Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam keterbukaan informasi pada 17 Maret 2021, Manajemen PT Zebra Nusantara Tbk menyatakan kalau dengan pengambilalihan saham oleh TCH belum terdapat dampak tertentu dalam kinerja keuangan perseroan.

Selain itu, perseroan menyatakan kalau THC sebagai pengendali baru perseroan belum memiliki rencana seperti melakukan likuidasi, perubahan bidang usaha, kebijakan dividen, dan penghapusan pencatatan (delisting) saham.

"Sampai dengan tanggal surat ini, direksi perseroan belum mendapat arahan dari THC sebagai pengendali baru terkait pengembangan dan diversifikasi perseroan," dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Terkait tender offer, THC telah mengajukan permohonan pelaksanaan tender offer kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 Maret 2021. Apabila tidak terdapat halangan, rencana pelaksanaan tender offer adalah 29 Maret 2021-26 April 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini