Sahara Ungkap Kondisi Suzuki Sepeninggal Brivio

Tri Cahyo Nugroho
·Bacaan 2 menit

Namun begitu, dalam wawancara yang dirilis laman resmi tim balap Suzuki MotoGP, pria asal Jepang yang juga berposisi sebagai Direktur Tim Suzuki Ecstar tersebut sudah menyiapkan sejumlah langkah demi mengantisipasi kehilangan Davide Brivio.

Davide Brivio bergabung dengan Suzuki pada 2013 dan menjadi sosok penting di balik kembalinya pabrikan asal Hamamatsu, Jepang, itu ke MotoGP pada 2015.

Ironisnya, setelah mengantar Suzuki menjuarai MotoGP lewat Joan Mir – pertama sejak Kenny Roberts Jr kampiun di kelas 500 cc 2000 – Brivio pergi untuk mencari tantangan baru di Tim Alpine F1 (dulu Renalut F1).

“Tentu saja itu berita yang sangat mengejutkan kami. Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Davide sejak bergabung dengan Suzuki,” kata Sahara.

“Tentu saja kepergiannya akan memengaruhi kami. Namun, saya kira kami tidak akan kehilangan arah tanpanya karena kami selalu memiliki visi dan arah yang sama. Kami juga memiliki banyak staf ahli yang mampu membantu manajemen tim.”

Menurut Sahara, dirinya sangat percaya terhadap kemampuan orang-orang yang ada dalam struktur tim saat ini.

“Sepeninggal Davide, kami harus tetap berpikir ke depan, apa langkah yang harus kami ambil berikutnya dengan situasi seperti ini,” kata Sahara.

“Kami akan lebih solid ketimbang sebelumnya karena mencintai merk ini, tim di MotoGP, serta akan memberikan 150 persen kemampuan kami untuk menghadapi tantangan baru dengan cara terbaik.”

Baca Juga:

Alex Rins Yakin Suzuki Tetap Solid Tanpa Davide Brivio Suzuki Enggan Cari Pengganti Davide Brivio

Brivio selama ini memang dikenal sebagai figur yang mampu menyatukan seluruh elemen tim. Dari kru, mekanik, teknisi, sampai pembalap. Brivio juga piawai membangun tim dari nol.

Karena itu, kepergiannya dari Suzuki diyakini banyak pihak akan memengaruhi kondisi kedua pembalap mereka, Joan Mir dan Alex Rins. Khususnya Rins yang harus mempertahankan gelar MotoGP pada musim depan.

“Jika melihat keduanya selama ini, seharusnya tidak terlalu terpengaruh. Kami tahu biasa mengerjakan apa pun bersama-sama. Bahkan sebelum memenangi gelar lalu,” tutur Sahara.

“Mir dan Rins sama-sama memiliki kemampuan untuk bersaing merebut gelar. Suzuki sudah juara dunia (pembalap dan tim) dan memiliki dua pembalap muda, berbakat, dan hebat. Mereka tahu cara menangani masalah atau situasi sulit dan tekanan besar.”

Hingga saat ini, Suzuki belum menentukan siapa calon pengganti Davide Brivio. Sejumlah nama top memang sempat muncul, di antaranya Livio Suppo mantan bos Repsol Honda dan Ducati sampai Angel Nieto. Suzuki juga bisa memilih dari dalam lingkungan mereka sendiri.

“Kami sudah biasa membuat kinerja setiap anggota tim selalu maksimal, bahkan jika Davide tidak pergi sekalipun. Saya kira setiap orang di tim ini sangat profesional dan tahu apa yang harus dilakukan dengan cara terbaik,” ujar Shinichi Sahara.

“Saat ini, kami bisa menangani situasi dengan orang-orang di dalam Suzuki. Kami tahu siapa, bagaimana dan cara bekerja, dan interaksi seperti apa yang kami butuhkan. Saat ini, kami takkan mencari manajer dari luar. Kami akan mencoba mengaturnya sendiri dari dalam.”