Sahroni Kritisi Sikap Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Kasus Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengkritisi sikap Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang berkeyakinan tentang adanya dugaan pelecehan seksual terhadap istri Putri Candrawathi oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J).

Menurutnya, sikap kedua lembaga tersebut tidak menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

"Pada saat ini, mari kita hargai dan ikuti proses hukum yang sedang berjalan. Komnas HAM dan Komnas Perempuan jangan menggiring opini yang menciderai logika publik. Artinya kan polisi sudah menemukan tidak adanya dugaan pelecehan, sedangkan kedua Komnas ini justru menyatakan sebaliknya berdasarkan pengakuan tersangka. Jadi jangan pernyataan tersangka itu langsung disampaikan ke publik seolah itu kebenaran," ujar Sahroni dalam keterangannya Selasa (6/9).

Sahroni juga menambahkan bahwa pernyataan kedua komnas ini sangat berbahaya karena selain berdasarkan pada opini tersangka, juga bisa menggiring opini publik yang rancu dengan penyidikan polisi.

"Jangan sampai ada penggiringan-penggiringan opini yang nantinya dapat mencederai logika berpikir masyarakat. Ini malah bikin penyidikan legitimate yang tengah dilakukan polisi jadi rancu," sambungnya.

Terakhir khusus komnas Perempuan, Sahroni juga menyinggung terkait prinsip relasi kuasa antara korban dan pelaku pelecehan seksual.

"Kalau dalam perspektif feminisme itu ada namanya relasi kuasa, di mana mereka yang berkuasa merasa memiliki kuasa terhadap korban, hingga pelecehan bisa terjadi. Dalam hal ini sudah jelas korbannya adalah Brigadir J yang secara kuasa lebih lemah, karena dia bawahan. Jadi di sini saja sudah membingungkan jika Komnas Perempuan justru ngotot dengan pendiriannya," demikian Sahroni. [hrs]