SAI20 siap lanjutkan kiprah pada 2023 untuk laksanakan hasil KTT

Pimpinan Lembaga Pemeriksa Negara Anggota G20 (Supreme Audit Institution/SAI) siap melanjutkan kiprah pada 2023 untuk melaksanakan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SAI20 yang telah dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, dan menghasilkan komunike.

Dalam rilis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Jakarta, Rabu, Pimpinan SAI berterima kasih pada BPK RI sebagai pemrakarsa pembentukan SAI20 dan mendukung sepenuhnya keberlangsungan kiprah SAI20 dalam Presidensi G20 tahun 2023.

India sebagai salah satu negara G20 yang terlibat aktif dalam KTT SAI20 tersebut turut menyepakati komunike SAI20 dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan kepemimpinan SAI20 pada 2023.

India akan menjadi Presiden G20 selama satu tahun sejak 1 Desember 2022 hingga 30 November 2023. Adapun KTT G20 di tingkat kepala negara dijadwalkan akan berlangsung pada 9-10 September 2023 di New Delhi, India.

Pemerintah India juga menyampaikan G20 terdiri atas jalur keuangan, jalur sherpa, dan 10 engagement group pada sektor swasta/masyarakat sipil/lembaga independen, yaitu SAI20, Business 20, Civil 20, Labour 20, Parliament 20, Science 20, Think 20, Urban 20, Women 20, dan Youth 20.

Kedua belas poin komunike SAI20 yang dibahas dalam KTT SAI20 di antaranya disepakati bahwa SAI20 menyadari pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menanggapi isu-isu global terkait.

Oleh karena itu, SAI20 menyerukan kepada pemerintah negara-negara anggota G20 untuk berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk melakukan berbagai hal, di antaranya memastikan sistem kesehatan yang sigap dalam lingkungan yang selalu dinamis, dan sistem kesehatan yang adil, dengan tetap memprioritaskan ketersediaan, distribusi, serta pengerahan sumber daya dan fasilitas kesehatan.

KTT SAI20 diselenggarakan dengan tujuan mendiskusikan kontribusi nyata lembaga pemeriksa negara anggota G20, khususnya dalam menanggapi kebutuhan mendesak akan tata kelola, transparansi dan akuntabilitas global, terutama dalam situasi dan pascapandemi, untuk percepatan pemulihan ekonomi dan dukungan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

SAI20 dibentuk sebagai platform pertemuan SAI negara anggota G20 dengan tujuan memberikan kontribusi kepada Pemimpin G20 dalam area transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik, serta membangun kemitraan global dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem dan komunitas G20.

Baca juga: Ketua BPK harap SAI20 bisa jadi warisan Presidensi G20 Indonesia
Baca juga: Ketua BPK: KTT SAI20 sahkan 12 poin komunike dan aturan tata cara
Baca juga: BPK: SAI20 dan P20 dapat berkolaborasi percepat pemulihan ekonomi