Said Agil: Sampang Bukan Konflik NU-Syiah

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Agil Siraj menegaskan kasus di Sampang bukanlah konflik antara pengikut Nahdlatul Ulama (Suni) dengan Syiah.

"Ini kasus kriminal murni, bukan NU dan Syiah, tapi kakak beradik beradu pengaruh," katanya seusai bertemu Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, kedua pihak yang bertikai merupakan kakak beradik, yaitu Tajul Muluk dan Rois yang sama-sama memiliki pengikut. Keduanya memiliki masalah yang tidak terselesaikan, namun kemudian menjalar ke para pengikutnya.

Ia menambahakn, saat ini pihaknya telah meminta agar jajaran NU Jawa Timur turun tangan ikut menyelesaikan masalah ini. "Saya sudah perintahkan yang kebetulan wagub (Wakil Gubernur Saifullah Yusuf) dan beliau sudah turun dan sekarang sudah kondusf," katanya.

Ia mengatakan, akan segera turun ke bawah, setelah kondisi tersebut tenang.

Ia menambahkan, selama ini, antara NU dengan Syiah hidup harmonis tanpa perseteruan. Ia mencontohkan pondok pesantren di Pasuruan yang hidup tenang bertetangga dengan pesantren Syiah di Bangil.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali juga menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di Sampang tersebut bukanlah konflik antara NU dan Syiah, namun konflik antarkeluarga.

"Saya mohon pada media untuk bisa memberitakan bahwa ini semata-mata konflik keluarga," katanya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah terus memulihkan keamananan agar rasa aman warga bisa dikembalikan


Sebelumnya seperti diberitakan warga Islam Syiah di Nanggernang, Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali diserang oleh sekelompok orang hingga mengakibatkan jatuhnya dua korban jiwa dan beberapa orang lainnya terluka pada Minggu (26/8). (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.