Sainz Antisipasi Persaingan dengan Toyota dan BRX

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 1 menit

Namun, pereli dengan empat titel Dakar tersebut juga percaya Prodrive bisa membuat kejutan dalam edisi ke-43 pada 3-17 Januari mendatang.

Sejak Peugeot menghentikan partisipasinya dalam Reli Dakar pada 2018, setelah tiga gelar beruntun, kategori mobil berubah jadi arena duel MINI dan Toyota.

MINI menjadi yang terbaik pada musim 2020 lewat Carlos Sainz. Sedangkan dalam 2019 Toyota keluar sebagai juara bersama Nasser Al-Attiyah.

Hal ini seperti mengindikasikan bahwa tahun depan di Arab Saudi, Dakar akan kembali menyajikan persaingan antara MINI dengan Toyota.

Tim Bahrain Raid Xtreme dengan mobil Hunter BRX T1 diyakini berpotensi membuat kejutan dalam Reli Dakar 2021.

Tim Bahrain Raid Xtreme dengan mobil Hunter BRX T1 diyakini berpotensi membuat kejutan dalam Reli Dakar 2021.<span class="copyright">Bahrain Raid Xtreme team</span>
Tim Bahrain Raid Xtreme dengan mobil Hunter BRX T1 diyakini berpotensi membuat kejutan dalam Reli Dakar 2021.Bahrain Raid Xtreme team

Bahrain Raid Xtreme team

Mereka telah mempersiapkan diri dengan matang, termasuk merekrut pereli elite, Nani Roma (juara dua kali Dakar) dan Sebastien Loeb (juara sembilan kali WRC).

Sainz merasa sulit bagi BRX untuk bisa menang, tetapi bukan berarti tidak memiliki peluang. Menurutnya, mereka berpotensi memberikan kejutan, bulan depan.

"Kehadiran Prodrive (BRX) dengan Nani Roma dan Loeb akan menambah level persaingan. Mereka adalah dua pereli yang sangat baik," kata Sainz.

"Prodrive pun mampu membangun mobil yang dapat diandalkan. Mungkin sulit untuk bisa menang dalam musim perdana, Namun saya tidak mengatakan itu tidak mungkin."