Sajak Pandemi dan Tahun-tahun yang Dilewati

Syahdan Nurdin, subhanihsanalt-431
·Bacaan 1 menit

VIVAPuisi tentang Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum pulih, apalagi kini telah masuk tahun baru imlek.

Sajak Pandemi dan Tahun-tahun yang Dilewati

Ada yang berbeda, ada yang tak biasa

langkah jalan hidup kini berubah

melesat hingga seratus delapan puluh derajat

Sesungguhnya

kami sangat mengenal semesta

semacam ruang untuk hidup yang sederhana

kami bernapas, menghirup bahagia

pada udara, pada wewangian tubuh setiap manusia

pada tetumbuhan yang pandai memeluk teduh

di bangku taman dan trotoar jalan raya

Tahun-tahun dipenuhi cemas

diguyur galau, terus mereguk risau

Tahun baru masehi, tahun baru hijriah,

hingga kini tahun baru Imlek

pandemi masih belum pulih

masih merebah di tubuh Indonesia

masih menyamar jadi angin samar

dan mengantongi benih-benih duri

lalu dibiarkannya menjadi teror dan luka

yang jauh lebih menganga dan pedih

dari rindu yang rutin mengukur jarak kekasih

Kota-kota dilapisi spanduk dan layar iklan

:Semacam himbauan dan peraturan

dari pemerintah

agar selalu menjaga diri, menjaga keluarga

dan menjaga segala yang kita cemaskan

untuk tidak ditinggal pergi

di pusat kota, gedung-gedung perniagaan

kantor-kantor pelayanan publik

toko-toko kebutuhan pokok

dan rumah-rumah

yang selalu dijadikan tempat makan

dan bertemu dengan sesiapa

kini semuanya lengang ditelan kesunyian

Tuhan, lekaslah pulih negeri kami ini

dari bahaya bencana dan pandemi

lepaskanlah nestapa dari bumi pertiwi

bebaskanlah jarak yang tersekat

sesungguhnya kami di sini sudah tak mampu berbuat

Kini hanya sekedar tabah dan mengunyah pasrah

Ihsan Subhan

Cianjur, Februari 2021