Sakit Hati Dipecat, Eks Sopir Otaki Pelemparan Bus hingga Tewaskan Pemudik di Sumut

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkap kasus pelemparan batu ke angkutan bus di Batubara, Sumut, yang menyebabkan seorang pemudik meninggal dunia. Dua pelaku ditangkap, seorang di antaranya mantan sopir yang sakit hati karena dipecat perusahaan bus itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dua tersangka pelaku pelemparan yang ditangkap adalah ES (37) dan BMS (28). "Ada otak pelaku dan eksekutor. Kemudian barang bukti yang sudah diamankan ada ponsel dan batu yang digunakan untuk melempar. Lalu, bus yang (ditumpangi korban) sudah diamankan dan sepeda motor yang digunakan eksekutor," katanya di Mapolda Sumut, Senin (9/5).

Tatan memaparkan, aksi pelembaran batu ke bus yang ditumpangi korban dilatarbelakangi dendam dan sakit hati. Salah seorang tersangka, yakni ES, sebelumnya merupakan sopir dari perusahaan angkutan bus yang menjadi sasaran lemparan batu. Dia tidak terima dipecat, sehingga merencanakan aksi pelemparan terhadap bus perusahaan.

"Awalnya hanya untuk memberikan teror memecahkan kaca bus dengan menggunakan batu," ujarnya.

Eksekutor Diupah Rp300 Ribu

Awalnya ES memberikan upah Rp300 ribu kepada BMS. Namun, karena aksi pelemparan itu menyebabkan adanya korban meninggal dunia dan viral di media sosial, dia memberikan upah tambahan sebesar Rp3 juta.

Uang yang diberikan ES digunakan BMS untuk modal pelariannya. Namun, keduanya tetap tertangkap

"Tersangka ES (ditangkap) di wilayah Batu Bara dan BMS diciduk di Kota Pematang Siantar pada saat pelarian dua hari lalu," jelas Tatan.

Terancam 15 Tahun Penjara

Kedua tersangka dijerat Pasal 355 ayat (2) subsider Pasal 353 subisder Pasal 351 ayat (3) KUHPidana. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, aksi pelemparan batu terhadap sebuah bus terjadi di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Tebing Tinggi-Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumut, Jumat (29/4) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat kejadian korban berinisial MA (19) hendak mudik dan duduk di samping sopir. Pelajar asal Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara itu terluka setelah batu yang dilemparkan pelaku menembus kaca depan dan mengenai kepalanya. Dia langsung tak sadarkan diri.

MA sempat dilarikan ke puskesmas terdekat hingga akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Medan. Setelah mendapat perawatan beberapa hari, korban meninggal dunia pada Kamis (5/5). [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel