Sakit Hati, Zidane Bongkar Perlakuan Sadis Bos Real Madrid

·Bacaan 1 menit

VIVAZinedine Zidane telah memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Real Madrid. Dia pun mengungkapkan alasan yang sebenarnya di balik kepergian pada periode kedua membesut Los Blancos.

Zidane resmi angkat kaki dari tugasnya setelah gagal memberikan gelar bagi klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut pada musim 2020/2021. Di kompetisi domestik, Madrid hanya mampu finis sebagai runner up LaLiga, dan tersingkir di babak 32 besar Copa del Rey. Sedangkan di Liga Champions, El Real didepak Chelsea di babak semifinal.

Nama-nama calon pengganti Zidane sudah mulai bermunculan. Setelah ditolak Massimiliano Allegri yang memilih kembali ke Juventus, kini kandidat terkuat pengganti Zidane beralih ke nama Antonio Conte.

Zidane pun mengaku terlanjut sakit hati dengan perlakuan sadis Madrid terhadapnya. Bahkan dengan Presiden klub Florentino Perez.

“Saya ingin apa yang telah kita capai bersama dihargai. Saya ingin dalam beberapa bulan terakhir hubungan saya dengan klub dan dengan presiden (Florentino Perez) sedikit berbeda dari pelatih lain,” ujar Zidane dikutip dari thenews.com.pk, Selasa 1 Juni 2021.

Zidane menyebut, ancaman pemecatan ketika ia mengalami kekelahan dalam beberapa pertandingan lalu. Terlebih ketika membaca dimedia soal kabar ancaman pemecatan itu.

“Saya tidak meminta hak istimewa, tentu saja tidak. Sangat menyakitkan bagi saya ketika saya membaca di media, setelah kalah, bahwa mereka akan memecat saya jika saya tidak memenangkan pertandingan berikutnya," ucapnya.

“Itu menyakiti saya dan seluruh tim karena pesan-pesan yang sengaja dibocorkan ke media ini menciptakan efek buruk pada skuad, mereka menciptakan keraguan dan kesalahpahaman,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel