Sakit Jiwa, Prajurit Bejat Ikutan Open BO dan Siksa 3 Wanita

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebagai garda terdepan pelindung negara dan rakyatnya, personel militer seharusnya memiliki profesionalisme dan tanggung jawab prajurit. Namun, apa jadinya jika ada seorang prajurit terlibat prostitusi online dan tindakan kriminal penculikan serta penganiayaan?

Dikutip VIVA Militer dari NBC News Washington, seorang prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) terlibat dalam kasus penganiayaan dua orang pekerja seks komersial (PSK), dan penculikan istrinya.

Diketahui, prajurit bejat itu bernama Drew John Steiner. Steiner adalah seorang prajurit yang masih aktif berdinas di Fort Belvoir, Fairfax County, Virginia. Yang lebih mengagetkan, ternyata Steiner adalah seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Komunitas Fort Belvoir.

Steiner didakwa bersalah oleh Pengadilan Fairfax County usai aksi penganiayaan dan penculikan yang dilakukannya tahun lalu.

Steiner yang sampai saat ini tak disebutkan apa pangkatnya, melakukan pemerkosaan sebanyak dua kali terhadap dua wanita. Wanita yang diperkosa Steiner diduga adalah PSK, yang ditemui usai melakukan transaksi lewat jalur online, atau jika di Indonesia dikenal dengan istilah open BO (booking out)

Setelah berhasil ditemui, kedua wanita itu diculik Steiner dan dibawa ke rumahnya di Springfield, Virgina. Setelah itu, Steiner menjalankan aksi bejatnya memperkosa dan menyiksa dua wanita itu. Bahkan, Steiner sempat merekam momen itu dengan ponselnya.

Hanya berselang satu hari, giliran sang istri yang tak diketahui namanya jadi korban penculikan dan penganiayaan Steiner. Seorang tetangga Steiner, Carmella Dillman, menyebut bahwa Steiner tak hanya menganiaya sang istri. Tetapi, melakukan percobaan pembunuhan.

"Ternyata itu tetangga kami. Dia (istri Steiner) terus berbisik melalui pintu bahwa suaminya mencoba membunuhnya. Jadi, saya menelepon polilsi," ucap Dillman.

Steiner sendiri sudah ditahan hanya beberapa hari setelah aksi bejatnya. Setelah dijatuhi hukuman atas penculikan dan penganiayaan sang istri, awal bulan depan Steiner akan kembali menjalani sidang terkait aksinya terhadap dua wanit lainnya.