Sakit Kepala Saat Puasa Ramadhan, Begini Cara Mengatasinya

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Banyak orang yang menjalani puasa Ramadhan mengalami sakit kepala. Sakit kepala saat puasa biasanya terjadi karena gula darah rendah, peningkatan dan penarikan kafein.

"Kabar baiknya adalah Anda dapat mengatasi sakit kepala ini tanpa berbuka puasa," kata Dr Elliot Shevel, direktur medis dari Headache Clinic dan Ahli Sakit Kepala dikutip dari Health24.

Dr Shevel pun membagikan tiga cara sederhana untuk mengatasi sakit kepala saat berpuasa.

Penarikan kafein

Ini adalah masalah umum jika Anda terbiasa minum banyak cangkir kopi setiap hari.

"Pasien seringkali dapat mencegah sakit kepala dengan mengurangi konsumsi kafein dalam beberapa minggu menjelang puasa," kata Dr Shevel.

Namun, mengingat Ramadhan telah dimulai, Dr Shevel menyarankan untuk minum secangkir kopi kental sebelum mulai berpuasa setiap hari, yang dapat membantu mencegah sakit kepala akibat kafein.

Hipoglikemia

Gula darah rendah (Hipoglikemia) adalah pemicu umum sakit kepala. Jika Anda makan makanan dengan kandungan gula tinggi sebelum mulai berpuasa, dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat - ini akan diikuti dengan penurunan cepat yang dapat memicu terjadinya sakit kepala.

"Makan makanan dengan kandungan gula rendah sebelum puasa dapat mencegah timbulnya sakit kepala di siang hari," kata Dr Shevel.

Makanan dengan Glycemic Index (GI) rendah termasuk di antaranya, yogurt rendah lemak, jus apel, buah anggur, barley mutiara, lentil merah dan oatbran mentah.

Dehidrasi

"Otak manusia sebagian besar terdiri dari air dan sangat sensitif terhadap jumlah air yang tersedia untuk itu. Ketika otak mendeteksi bahwa persediaan air terlalu rendah, ia mulai memproduksi histamin," " kata Dr Shevel.

Hal ini berarti tubuh Anda memulai proses penjatahan dan konservasi air untuk melindungi otak Anda jika kekurangan air berlanjut untuk waktu yang lama.

Histamin secara langsung menyebabkan rasa sakit dan kelelahan - tanda sakit kepala dan energi rendah. Dr Dhevel menyarankan untuk minum banyak air sebelum Anda mulai berpuasa dan mengakhirinya.

Dr Shevel mengatakan bahwa Anda harus sedapat mungkin menghindari pemicu lain, seperti stres, kelelahan dan kurang tidur selama puasa terutama jika Anda rentan terhadap sakit kepala.

"Istirahat dan tidur sering membantu mencegah terjadinya sakit kepala dan rasa sakit sering hilang ketika puasa dibatalkan,"

Saatnya menghubungi dokter

Jika menemukan bahwa sakit kepala mengganggu puasa, Anda harus berbicara dengan dokter untuk menemukan cara untuk menghilangkan rasa sakit tersebut.

Klinik sakit kepala menawarkan sejumlah teknik yang membantu. Jika sakit kepala terus berlanjut setelah puasa atau parah, Anda harus berbicara dengan dokter.